Wednesday, April 27, 2011

Cutest Thing Alive

My current bias ^^

A Little Thing To Remember :)

"Girls are like apples on trees.
The best ones are at the top of the tree.
The boys don't want to reach for the good ones because they are afraid of falling and getting hurt.
Instead, they just get the rotten ones from the ground, that aren't as good, but are easy.
So the apples at the top think there's something wrong with them.
But really, they are amazing.
They just have to wait for the right boy to come along, the one who is brave enough to climb all the way to the top of the tree."

Too sweet to be true :)

Credits : to deviantArt



P.S : Untuk semua yang sedang mengalami gejala "usia-panik" (termasuk saya) Bersabarlah. Someday your own prince will surely come to you ;)

Monday, April 18, 2011

What We See In Our Dreams is Only The Beginning

"What we see in our dreams is only the BEGINNING."



Kalimat itu adalah penggalan lirik dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh NYC (Nakayama Yuma, Yamada Ryosuke, Chinen Yuri) berjudul Yume Tamago. Akhir-akhir ini lagu itu terus terngiang di kepala saya dan membuat saya mengulang lagu itu terus-menerus. Kenapa? Karena lagu itu sungguh memotivasi saya. Through the song, NYC told me that in purpose to reach our dreams, sometimes we have to fall and fall again, but step by step, it will make us grow stronger :)

Bicara tentang harapan... pernahkah kalian mengalami kondisi di mana harapan yang telah kalian rajut sedemikian rupa, pupus dalam waktu sekejap? Saya pernah. Tidak hanya sekali dua kali.

Hari itu, semesta - lewat satu kalimat bernada menolak yang dilontarkan ibu itu - menginginkan saya tahu, bahwa harapan, sebesar apapun, dapat diruntuhkan dalam satu detik. Seperti layaknya Uno-Stacko. Beberapa orang mungkin berhenti di titik tersebut. Tak kuasa untuk bangkit. Beberapa orang mempunyai keberanian lebih uutuk mengumpulkan kepingan-kepingan itu lagi dan membangunnya kembali mulai dari nol. Merekatkannya satu-persatu dengan sabar.

Ya, saya jadi teringat peristiwa satu bulan lalu itu. Waktu itu, bulan Maret, sekitar tanggal 12. Siang sepulang sekolah, dengan penuh percaya diri, saya mendatangi ibu itu. Bermaksud untuk meminta surat rekomendasi untuk memenuhi persyaratan mengajukan beasiswa dari United World College. Di sini mental saya sungguh diuji. Tanpa banyak kata ataupun tanpa melihat aplikasi yang telah saya buat sedikitpun, beliau langsung menolaknya mentah-mentah karena sekolah tidak mengizinkan meng-apply beasiswa untuk college. Sekolah hanya mau apabila beasiswanya itu diperuntukkan untuk jenjang perguruan tinggi.

SHOCK~ Di saat itu... rasanya... semua mimpi... semua harapan... melayang. Hilang begitu saja. Padahal menurut saya, itu merupakan salah satu kesempatan emas yang akan mengubah hidup saya. Begitu keluar dari gerbang sekolah, saya menangis. Saya marah. Saya sudah bekerja keras memenuhi segala persyaratannya, ditambah statement of purpose sebanyak 500 kata. Tapi nyatanya saya batal meng-apply hanya dengan satu tolakan :( I couldn't describe my feeling at that time. It was really awful. Rasanya dunia runtuh.

Yah, intinya sih kita harus buru-buru bangkit deh. Jangan sampai nge-stuck di bawah terus :) Kata Paulo Coelho dalam bukunya The Fifth Mountain, pasti ada masa-masa kekhawatiran dalam hidup manusia. Kuncinya cuma satu : JANGAN MENYERAH :) Do the best and don't forget to pray to God :D

"Shippai bakari dakedo akiramenai yo" :)
(Even when faced with only failures, DON'T GIVE UP)


Saturday, April 16, 2011

I Still Have THEM :')




No matter what happens, I still have you, my great GIRLS in the world :D


Laugh together, crazy together, and... worrying about the same things... TOGETHER


I love you guys :)

Friday, April 15, 2011

I'm Certainly NOT Gonna Get Down

Mungkin kalau bloggers semua membaca post yang satu ini, kalian akan menganggap saya adalah tipe orang yang tak suka dicela. Ya, memang benar. Hanya celaan yang sanggup membuat saya down seketika. Akhir-akhir ini, saya banyak dicela, banyak dibanding-bandingkan dengan orang lain yang lebih baik dari saya. Jadi begini, ada satu kejadian yang sampai sekarang membuat saya benar-benar sakit hati. Siapa sih yang suka dibanding-bandingin? Coba saya absen, ADA GAK YANG SUKA DIBANDING-BANDINGIN SAMA ORANG LAIN YANG LEBIH BAIK DARIPADA KITA? GAK, KAN?!!!

(Kronologi)
Di tempat les Mafia (re : Matematika, Fisika, Kimia)
Guru (G) : "Jadi nilai ulangan mid kamu nilainya berapa aja?"
Nia (N) : "Oh, Mat 77, Fisika 81, Biologi 90, Kimia 84."
G : "Mat kamu 77? Wah kalah dong sama si "pip", "pip". Mereka pada 9 loh nilainya."
N : (dalam hati : "what the hell lah~ emang mereka jenius, gue kan bego! ga usah banding-bandinginlah. emang ini lomba apa pake menang kalah segala. wth~~~")
(Belum selese marah-marah dalam hati, eh si guru sudah bertanya lagi tentang ulangan harian Fisika torsi yang saat itu sudah dipastikan hasilnya akan remediasi)
G : "Torsinya gimana? Si "pip" dapet 100 loh. Terus si "pip 2" dapet 9. Tinggal kamu yang belum ketauan nilainya."
N : (jawab sekenanya) "Gak tau dapet berapa. Tapi pasti remed. Kan susah kelasku dikasih soalnya."
G : (cuman nyengir bebek, entah apa maksudnya saya tak tahu~)

See? Saya capek dibanding-bandingin terus sama yang pinter. Capek. Serius. Ingin nangis terus rasanya ketika saya dibanding-bandingkan. Atas dasar alasan itulah, sekarang saya sudah mulai agak males-malesan untuk pergi les. Kalau butuh, barulah saya "terpaksa" nge-les. Itu hanya dilakukan oleh guru les saya. Bahkan ayah saya sendiri pun tak pernah membanding-bandingkan saya dengan orang lain. Dia selalu menganggap saya yang terbaik. Dia selalu bangga dengan apapun yang saya buat, apapun yang saya raih. Sekecil apapun prestasi saya, dia akan selalu dengan bangga menceritakannya kepada orang lain. (thanks, Dad :'))

Dan minggu lalu dibagikan ulangan D3 di mana saya mendapat 45 dan fisika fluida di mana saya mendapat angka 9 tapi terbalik. Guru saya belum membalas SMS saya ketika tahu saya dapat nilai-nilai seperti itu. Saya berniat les hari Minggu nanti. Entah apa nanti perkataan yang akan dilontarkannya menyikapi nilai-nilai saya itu. Yang jelas, dia pasti akan membanding-bandingkan saya lagi dengan teman-teman saya yang lebih pintar. Dan tentunya Minggu besok saya bakalan down lagi. *phew* Mungkin saya harus lebih bersabar menghadapi celaan macam itu. SAYA HARUS JADI ORANG YANG LEBIH TANGGUH. TAHAN MENGHADAPI BERBAGAI CELAAN.

Yah, intinya, hidup itu kan memang seperti roda yang terus berputar. Saya tak bisa selamanya terus bersinar di atas. Perlu diketahui (dan bukan bermaksud untuk menyombongkan diri, bloggers), dari sejak TK hingga SMP saya termasuk murid yang berprestasi. Dari SD hingga SMP saya selalu menempati peringkat 1 dan peringkat 2 di akhir kelas 9. Selama di SMP saya begitu aktif berorganisasi dan selalu mewakili sekolah dalam berbagai macam perlombaan. Saya juga termasuk murid yang populer di sekolah.

Tetapi sejak SMA, semua itu berubah 180 derajat. Hidup saya seolah berubah. Sederetan kegagalan mewarnai perjalanan hidup saya. Ketika mendaftar OSIS tahun lalu, saya gagal (membuat saya sadar bahwa I'm not meant to be a member of this student council, so I decided not to try another chance this year) Kemudian, serangkaian remedial (yang biasanya tak pernah saya hadapi di SMP) mulai menyerang dan sedikit banyak membuat saya begitu down. Selain itu juga, banyaknya anak-anak yang eksis, populer, jenius yang kadang suka membuat hati ini ngenes yang membuat saya hanya terus-terusan meratapi diri "betapa payahnya gue ini". Atau lebih singkatnya, muncul krisis kepercayaan diri dari diri saya sendiri. Saya menjadi tipikal orang yang begitu pesimistis, dengan mudahnya selalu bilang 'tidak bisa' sebelum mencoba. Tak hanya itu, sejak SMA saya merasa sudah terlalu banyak mengeluh. Mengeluh dengan nilai-nilai yang tak sesuai harapan, mengeluh dengan situasi yang membuat saya tertekan, dan mengeluh karena hal-hal yang membuat saya tidak puas. Padahal kan seperti yang kita ketahui bersama, mengeluh itu tak baik --> tak mensyukuri berkah Tuhan.

Walau demikian, saya sadar, masih banyak keajaiban-keajaiban kecil yang Tuhan berikan kepada saya setelah hampir 2 tahun mengenyam pendidikan di Sanur. Hal-hal tersebut, walau kecil, perlu saya syukuri. Misalnya di awal semester 1 kelas 10, saya berhasil meraih peringkat 10 satu angkatan (that was such a miracle and blessing), naik kelas ke kelas 11 dan berhasil masuk ke jurusan IPA. Selain itu saya juga mampu berpartisipasi lagi dalam Ursuline Youth Camp ke-2. Tak hanya itu, sekarang, blog saya ini juga berhasil menjadi 10 besar Top Blogs dalam CESI Blog Competition!

Nah, lagi-lagi saya bisa menarik moral dari celaan dan kegagalan yang saya alami selama ini. Mulai dari sekarang, saya harus mampu mengubah mind-setting saya bahwa :

1) Celaan dan kegagalan sudah selayaknya membuat kita semakin kuat, semakin tough lagi dalam menghadapi celaan dan kegagalan itu sendiri. Jangan pernah mau dikalahkan oleh celaan yang ditujukan kepada kita. Tetap do the best!

2) Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita ya kita, orang lain ya orang lain. Believe me, God has created us with each different characteristics, every one of us is UNIQUE. Semua orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Like ARASHI said in one of their song : "People are people, you are yourself. Once you start comparing then you are the one that loses." - Arashi (Fight Song)

So, based on that explanation above, dear my teacher, I'm CERTAINLY NOT GONNA GET DOWN WITH YOUR WORDS BY COMPARING ME WITH OTHERS!!! TAKE THAT WORDS! Tapi, terima kasih juga ya, Anda telah membuat saya sadar bahwa saya tidak akan cepat menyerah begitu saja. Saya akan buktikan bahwa saya mampu mendapat nilai yang JAUH LEBIH BAIK~ Terserah Anda jika masih akan membanding-bandingkan saya dengan orang lain. Saya tak lagi peduli. I am myself!

Ganbarimashou~~~

And lastly, to remind you, please DON'T FORGET TO VOTE FOR ME!

GO TO : http://studyandworkincanada.org/?sec=vote&id=7



Pilih option nomor 1 (mysticalpegasus.blogspot.com), kemudian submit vote, isi formnya, kemudian submit.

Bagi yang punya e-mail lebih dari satu, tolong bantu saya untuk vote sebanyak-banyaknya ya :) Terimakasih, siapapun kalian yang telah mem-vote blog saya. Saya tak bisa membalas kebaikan Anda satu-persatu. Semoga Tuhan membalas kebaikan Anda semua :D

Thursday, April 14, 2011

Tearful Thursday

So today... was the last time my class being taught by Mrs. Ersi, our beloved Biology teacher. It was like kind of shock therapy for the rest of my class, knowing that tomorrow, April 15th, will be the last day for her to teach at our school. We might probably wondering why? why? why? It's... so SUDDEN. According to her, she decided to resign from this school because she want to be more concentrated in taking care her children, especially for her newborn baby, that might be born on the end of May. OMG~ Honestly, I can't accept that reason :((( And all of my friends yesterday were keep struggling to persuade her decline her resignation. But it still can't work. She insisted. There's nothing we can do.

Today, at her lesson. We shared our story together. She told us a story from her journey at Santa Ursula, from the very beginning. She also told us how she met his husband. She told us everything about herself. Actually, there were no tears for today. There was only laughter :')

As for me, Mrs. Ersi is one of the best teacher I've ever had. With her, Biology seems to be easier and interesting to be learned. I probably couldn't get any good marks for my Biology without her. I couldn't imagine school without her. No more laughter at Biology class.

I'm not gonna type a long post here. I just can say : thankyou for everything, for the knowledge and encouragement especially. I'm gonna miss you for sure! wish you all the best~ and God bless you always~ Semoga bisa melahirkan dedek dengan selamat~


2nd Ursuline Youth Camp, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur
Mrs. Ersi was on the left side :'(
Taken from her Facebook

Why Study Abroad?

Study Abroad? Why Not?
written by : Eugenia Septhariani

Have you ever considered to study abroad? Studying abroad probably has always been a biggest dream for many people. Including me. I myself was inspired by people around me who got the chance to study abroad. I’m mesmerized when they come back to Indonesia and shared the experience they got abroad. It sounds fun and interesting: how you interact and socialize with other people with different background from all over the world.

In this era, the inevitable globalization makes countries in the world more interconnected. Not to mention the impact of rapid improvement of technology, makes us easily move to another place. The interconnected world nowadays makes international relations being tied. A lot of international cooperation that are made in various spheres of life. One of them is international cooperation in education. As we know, there are so many countries in the world that offer student-exchange programs or even scholarships. That’s why we can found so many Indonesian citizens who are studying abroad.

Based on that reality above, I personally believe that we, as the young generation of Indonesia should study abroad. Why I could say that? In my perspective, there are several reasons why we should study abroad.

Firstly, studying abroad could broaden your worldview. In this globalization era, we are expected to be more open-minded in every change that happens in the world. There are so many amazing things in the world that you probably haven’t discovered by yourself yet. You can expand your perspective of the world by being there, seeing it and experiencing it by yourself. Remember a quotation saying: “Experience is the best teacher.” See the world by yourself would probably become the most amazing experience that will change your life! In addition, students who study abroad return home with informed about the world and new perspective towards other cultures and people. Studying abroad could also give us an experience that a classroom setting will never provide. Because it’s not all about study, it’s about learning many new things: things that we probably never known their existence.

Secondly, studying abroad could indirectly form you to be an independent and tough person. Studying abroad makes us far from our hometown. This circumstance would make us know ourselves better: how we discover our ability and strength to adapt in foreign country. Being an independent and tough person is important due to the global era, when people from difference nation competes each other to be the best.

Thirdly, we could develop new skills. Some countries in the world, for instance Canada, allow its student to get a part-time job before they graduate. It helps you to socialize with other people from different background and feel the atmosphere of being an employee. Through this opportunity, you will certainly expand your opportunities to seek for a job. Many companies search for individuals with globally-minded skills. It’s a rare experience that you might not get in any other places, right?

Besides that, we can also get an opportunity to make friends from people all-over the world. Believe it or not, some of those people may even become your long-life friends. By studying abroad, you will surely get the chance to know other cultures and peoples from different background than our own. This thing could form us to be a person who can accept any kind of differences and respect the diversity.

Furthermore, we can also improve our English or any particular language skills that are required in the country where we study. As for me, study abroad probably is the only effective way to make us more fluent in any foreign language because we are surrounded by the language on our daily life. We are hearing the language in the proper way. Hence, learning a foreign language perhaps become optimal under these circumstances.

Finally, when we get back to Indonesia, we can share our experience and apply all the things that we got abroad to make a change in Indonesia. As the Indonesian youth, it’s our responsibility to make Indonesia more advanced.

However, a decision to study abroad doesn’t mean that we don’t love our country, Indonesia. There’s a quotation saying: “Don’t look for glory in your hometown. A real glory exists in the overseas at a young age.” (Sayyid Ahmad Hasyimi - Ranah 3 Warna). For me, this quotation inspires me a lot to study abroad right after I graduate from high school.

Based on the reasons I listed above, why don’t we try to study abroad? It is obvious that Indonesian youth should study abroad. There will be so many advantages that we could experience if we continue our study abroad.

If your family financial doesn’t supportive, don’t be afraid and give up. As a recommendation, you can take any scholarship that offers by some college/universities abroad. Don’t worry, there will be a lot of scholarships that are provided. Who knows if you are the lucky one who could get the opportunity to study abroad? Just try it!

So, what are you waiting for? Study hard from now on, get the scholarship and go abroad! See the world and experience it by yourself!

Wednesday, April 13, 2011

First Attempt In Learning

Found this at Valerie's blog :


So cheer up! Even for a while! There's still hope and MIRACLE :")

Friday, April 08, 2011

Failure is Never Final for Those Who Begin Again with God.

Hari ini adalah hari terburuk saya sepanjang 17 tahun hidup saya (oke, mungkin terdengar terlalu hiperbolis ya, tapi this is the real fact). Dimulai dari pagi. Ulangan fisika fluida. Oke, saya lagi-lagi gagal di ulangan fisika kali ini. Entah saya yang memang bodoh dan tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik atau memang soalnya si pak guru berkumis itu yang susah (?). Saya sudah belajar kemarin dari jam 6 sore non-stop sampai sekitar jam 1 pagi. Tapi hasilnya? NOL BESAR. Akhir-akhir saya merasa sudah belajar melewati limit saya. Tapi hasilnya selalu di luar ekspektasi. Ada apa ini? Semoga ini bukan tanda buruk Tuhan. Amin.

Back to the topic. Sehabis kegagalan ulangan fisika, saya sempat menangis di kelas. Sudah dua kali saya nangis gara-gara ulangan fisika. Oke. Tapi buruknya hari ini belum berakhir sampai situ saja. Di akhir jam pelajaran, ulangan dimensi tiga pun dibagikan. Tebak saya dapat nilai berapa? EMPATLIMA! Nilai terendah saya selama bersekolah di Sanur. Sudah tak terbayang lagi deh perasaan down-nya saya saat itu. Semua perasaan campur aduk jadi satu. Merasa bodoh, cemas ga lolos remedial, takut gak naik kelas, dan perasaan-perasaan lain yang sulit dideskripsikan. Jujur semenjak peristiwa remedial beruntun ini, saya jadi menyesal lagi masuk IPA. Apakah ini jalan Tuhan yang tepat bagi saya untuk masuk IPA? Karena notabenenya, saya berhasil masuk jurusan IPA tanpa perlu banding. Muncul perasaan bahwa saya ini tidak mampu dan sebenarnya terlalu bodoh untuk jadi anak IPA :(

Yah memang sih nilai itu gak penting bagi saya. I don't live for scores. Saya juga bukan orang yang gila nilai alias perfeksionis atau semua nilai harus minimal 90 atau 100. Nilai itu kan gak kita bawa mati. Tapi ya... tetep saja. Faktanya (hasil kesimpulan sendiri) ;
1. Cuma nilai yang bisa membuat kita marah-marah tanpa sebab
2. Cuma nilai yang bisa membuat kita nangis, merasa bodoh, merasa frustrasi
3. Cuma nilai yang bisa bikin kita down dan bad-mood seharian
dan...
4. Cuma nilai yang bisa menghancurkan impian dan cita-cita seseorang

Dan yang terakhir... em.. itu yang PALING SAYA TAKUTKAN. Apa mungkin saya masih bisa meraih mimpi saya untuk melanjutkan studi ke luar negeri kalau situasinya seperti ini? (baca : nilai yang jatuh) Akhir-akhir ini saya gampang sekali jadi orang yang begitu pesimistis. Mungkin karena pengaruh nilai-nilai Fisika dan Matematika yang suka dengan isengnya jatuh ke Palung Mariana (tahu kan? palung yang terdalam di dunia itu u.u). Belum mencoba, sudah bilang tak bisa, pasti remed, pasti dapat nilai jelek (dan akhirnya emang kejadian, dapet nilai jelek -_____-) Jujur saja, saya jadi iri dengan mereka yang tidak perlu belajar berlama-lama, tapi bisa mendapatkan nilai yang bagus (yah, faktanya mereka memang jenius, tak usah belajar pun jadi) Padahal kan sudah jelas kita tidak boleh iri dengan kelebihan orang lain. Setiap orang sudah mendapat 'jatah' nya masing-masing.

Yah mungkin sekarang saatnya mengubah diri menjadi pribadi yang lebih optimistis. Gak gampang menyerah sebelum mencoba. Dari kegagalan saya hari ini, mungkin saya bisa belajar banyak hal, bahwa :

1) Yang jelas, hidup benar-benar membuat saya jatuh-bangun. Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, gak selamanya kita bisa enak-enakan terus di atas. Tapi gak selamanya pula kita terus menderita di bawah. Tuhan itu memang adil. Masing-masing untuk kesedihan, kegembiraan, keberhasilan dan kegagalan ada waktunya tersendiri. Mungkin saat ini saya sedang berada di bawah roda kehidupan saya. Yah, mungkin kegagalan yang saya alami ini ada hikmahnya. Menjaga supaya saya gak sombong ketika berada di atas dan tahu rasanya bagaimana ada di posisi terbawah. Daripada mereka yang gak pernah gagal dan selalu di atas, kalau sekali jatuh, pasti rasanya sakit sekali.

2) Kegagalan bukanlah akhir segalanya. Kegagalan merupakan cambuk bagi kita untuk terus berusaha dan berjuang lebih keras lagi. Ingat kan ada pepatah bilang "Kegagalan adalah awal dari keberhasilan." Dengan kegagalan kita berproses, berkaca kepada kesalahan kita, kemudian berusaha agar tidak mengulanginya lagi di kemudian hari. Selama saya duduk di kelas 11 Sanur, sudah tak terhitung lagi berapa banyak kegagalan yang saya alami. Sebelum kegagalan hari ini, saya coba terus untuk melupakan kegagalan itu dan move on. Sepertinya mulai sekarang saya pun harus bangkit lagi dari kegagalan itu.

3) Tetap semangat belajar, berpikir positif, lakukan yang terbaik dan tak lupa memohon bantuan-Nya. Ini salah satu kalimat yang dilontarkan teman SD dan SMP saya. Dia sungguh memotivasi saya untuk bangkit lagi dari kegagalan menyakitkan ini. Dia juga bilang : "Lo bisa masuk penjurusan IPA sukses, harus bisa naik kelas juga dong?" Ini sungguh ibarat oase di padang pasir. Cukup memberikan kelegaan bagi saya untuk bangkit lagi, untuk semangat lagi, dan untuk belajar lebih keras lagi.

4) Sekali lagi, I don't live for scores (SKILL IS MORE IMPORTANT!) Semenjak saya bersekolah di Sanur, saya sadar bahwa nilai bukan segalanya, teman. Nilai bukan satu-satunya penentu apakah kalian sukses di masa depan. Pintar bukan jaminan sukses (ini RELATIF! orang pintar asalkan dia mau berusaha dan tekun pasti dijamin sukses~ dan ini hanya untuk memotivasi diri saya sendiri). Masih ada faktor lain, yaitu sosialisasi dengan orang lain. Singkatnya, buat apa pinter tapi gak punya temen? Saya masih boleh bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan bahwa Ia memberikan saya banyak teman-teman baik dan memberikan saya kemampuan untuk mudah bergaul dengan mereka. Sukses itu bergantung dari dalam diri kita sendiri. Sering 'kan kita temui orang-orang yang sukses padahal mereka tidak mengenyam pendidikan yang memadai? Kalau kita mau sungguh-sungguh usaha, gigih, sabar, dan tentunya tak lupa meminta berkat dan penyertaan Tuhan, niscaya kita pasti sukses dan mampu meraih semua mimpi kita.

"Man jadda wajada. Man shabara zafira."
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Siapa yang sabar akan beruntung)

Jadi, tak ada cara lain untuk memperbaiki nilai-nilai saya yang jatuh. Yakni belajar lagi lebih keras dan teratur, juga gak gampang down dan menyerah begitu saja. FIGHT NIA! FIGHT!

5) Pelajaran terakhir. Bersyukur. Kenapa? Bersyukur sudah masuk Sanur. Sudah masuk IPA Sanur. Gak semua orang dapat kesempatan untuk mengikuti studi di sekolah homogen putri paling bergengsi di Jakarta ini. I should really thanked God for his blessing until today. I could study in the same school with great girls in the world :D

Post ini akan saya akhiri dengan quotes yang sangat menginspirasi yang dibuat oleh guru Kimia saya, Agust Wahyu :

Seorang yang DEKAT dengan Tuhan bukan berarti tidak ada AIR MATA,

Seorang yang TAAT pada Tuhan bukan berarti tidak ada KEKURANGAN,

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT,
...
Tapi org tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN Tuhan...

Seandainya:
- BERGUMUL pasti ada HARAPAN,
- di padang gurun pasti DIPELIHARA oleh Tuhan,
- masih dalam PROSES suatu saat pasti DIPROMOSIKAN Tuhan


Last but not least :

"FAILURE IS NEVER FINAL FOR THOSE WHO BEGIN AGAIN WITH GOD."
- Putri Jessica Margareth, a friend of mine (thanks Jess for this inspiring words)

Wednesday, April 06, 2011

There's Still A Good Thing

Hari ini sungguh menyedihkan. Hari ini saya menghadapi dua ulangan sekaligus yaitu Kimia tentang Kelarutan dan Matematika limit. Phew. Kimia lumayan dan Matematika limit gagal total :(. Sudah hampir setahun saya jatuh-bangun menjalani kehidupan sebagai anak IPA Sanur. Jujur saja, ini baru kelas sebelas, tapi rasanya sudah hampir kewalahan menjalani semua ini. Saya sudah mencapai limit (mentang-mentang lagi belajar limit). Sejak masuk IPA, semua hobi saya jadi tersita, karena sangat memakan waktu untuk mengerjakan latihan-latihan soal. Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di meja belajar berkutat dengan soal-soal. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi saya di tahun ketiga nanti. Kelas sebelas sudah cukup membuat mata berkantung tebal seperti layaknya zombie (ya, walaupun kelas sebelas notabenenya kelas yang dianggap "menyenangkan" karena banyaknya party sweet seventeen-an)

Sejujurnya, saya iri dengan teman-teman saya yang masuk IPS ataupun Bahasa. Mereka masih punya banyak waktu luang untuk mengembangkan hobi mereka ataupun sekadar santai sejenak. Meskipun saya sudah berusaha membagi waktu 24 jam sehari itu. Tetap saja. Akhirnya waktu tidur yang harus dikorbankan. Semenjak kelas sebelas ini, saya tidur hanya rata-rata 5 jam per harinya (kadang ditambah tidur siang 2 jam). Selain itu, tingkat stress makin bertambah dan akhrinya berdampak pada tubuh saya --> berat badan gak naik-naik dan bahkan mengalami penurunan yang cukup signifikan :(

Tapi bagaimanapun sulitnya menjalani rutinitas IPA di Sanur, saya masih harus bersyukur. THERE'S STILL A GOOD THING. Intinya, saya harus bangga jadi anak IPA Sanur. Apalagi bisa masuk tanpa banding segala. Saya harus lebih semangat dan tidak boleh banyak mengeluh. Tinggal satu tahun lebih sedikit perjuangan saya akan benar-benar berakhir. Saya harus semangat untuk NAIK KELAS! Apalagi menghadapi kerawanan semester ini. Di mana nilai-nilai saya terancam jatuh ke palung yang terdalam (apalagi untuk D3 :(( ) dan menjatuhkan nilai rata-rata yang sudah diperjuangkan habis-habisan. Semoga Tuhan berkenan membantu perjuangan saya sampai akhir sehingga saya berhasil NAIK KELAS! AMIN AMIN ya Tuhan :)

Yak besok saya akan menghadapi ulangan Biologi. Dan sekarang sudah jam 7 malam dan belum memulai sedikit pun. Jadi sebaiknya saya akhiri post ini.

Jangan lupa untuk mem-vote saya di

http://studyandworkincanada.org/?sec=vote&id=7



ilih option nomor 1 (mysticalpegasus.blogspot.com), kemudian submit vote, isi formnya, kemudian submit.

Tolong bantu saya untuk vote sebanyak-banyaknya ya :)
Terimakasih, siapapun kalian yangtelah mem-vote blog saya. Semoga Tuhan membalas kebaikan Anda semua :D

Tuesday, April 05, 2011

I'm an Average Teen!

From Syane's blog

[x] Mother.

[x] Father.

[] Step-Father.

[] Step-Mother.

[] Step Sister.

[] Step Brother.

[] Brother.

[] Brother In Law.

[ ] Sister.

[] Sister In Law.

[] Half sister.

[] Half brother.

[] Nephew.

[] Niece.

[] Boyfriend/Girlfriend.

[x] Mobile phone.

[x] Own bathroom.

[x] Own room.

[] Have/had a swimming pool.

[] Have/had a hot tub.

[x] Guest room.

[x] Living Room.

[x] Own computer.

[x] Own TV.

[ ] Flat TV.

[ ] There is some big carpet at your house.


Total: 9


[x] Full size/Queen bed

[x] More than 8 pairs of shoes.

[x] MP3 Player/iPod

[ ] PS3

[ ] Nintendo DS.

[ ] Gameboy/Advance.

[ ] Gamecube.

[ ] Xbox/Xbox 360.

[ ] Wii.

[x] Your Own Laptop.

[ ] Basketball net/hoop.

[ ] Air hockey table.

[ ] Pool table.

[ ] Ping pong table.

[ ] Football table.

[ ] Sport gear.


Total so far: 13


[ ] Night stand.

[x] Stereo in bedroom.

[ ] surround system.

[ ] DVD player in bedroom/portable.


Total so far: 14


[ ] Go shopping at least once a week.

[ ] Expensive cologne/perfume.

[x] AIM/MSN.

[x] Camera on phone.


Total so far: 16


[ ] Go Cart/car/quad.

[ ] Guitar/drums/bass.

[ ] Piano/Keyboard.

[x] Any other instrument.

[ ] Been on a cruise

[ ] Traveled out of the country.

[ ] Had a personal trainer.

[ ] Expensive jewelry.

[x] Met a Celeb.


Total so far: 18


[ ] Straightener/curling iron.

[ ] Have been to a batting cage.

[ ] Have $100 on you right now in your pocket/wallet.

[x] Credit card or ATM card or debit card or bank card.

[ ] Have a TV in your room.

[x] Mirror in your room.

[ ] Window in your room.

[ ] Been to Paris.

[ ] Been to Rome.

[ ] Been to Australia.

[ ] Been to Switzerland.

[ ] Been to Dubai.

[ ] Been to Germany.

[ ] Been to a place written in 7 wonders.


Total so far: 20


[x] Parents have a car

[ ] Have owned or own a Jet ski/boat

[x] Had/have Camped

[x] Been to 3+ states/countries/provinces

[x] 80+ buddies on facebook/myspace


Total so far: 24


[x] Home cooked meal almost everyday

[x] Been in a limo ( a limo taxi XDD )

[ ] Been in a helicopter

[x] Own a camera

[ ] Have been to Disneyland/World more than 2 times


Total: 27


Post as: 1-25 = Ghetto! (and tag 5 people)

26-40 = Average Teen! (and tag 10 people)

41-50 = Spoiled Teen! (and tag 15 people)

51+ = Upper Class Snob! (and tag 20 people)


I'm an AVERAGE teen *PHEW* I'M NORMAL kekeke :D

Friday, April 01, 2011

VOTE MY BLOG AS THE FAVOURITE BLOG!




I joined Canadian Education Services International BLOG COMPETITION and I succeed to be the TOP 10 BLOGS. THANKED TO GOD FOR HIS BLESSING!

PLEASE KINDLY VOTE ME AS MUCH AS YOU CAN!

GO to : http://studyandworkincanada.org/?sec=vote&id=7

My blog is in number 1 choice (http://mysticalpegasus.blogspot.com/)

Click submit then fill the form and click vote~~~~

I REALLY NEED YOUR VOTE AND SUPPORT, GUYS
If you have more than one e-mail, please vote me AS MUCH AS you can :D

THANKS TO YOU WHO HAD ALREADY VOTED ME :D God bless you all!