Friday, April 08, 2011

Failure is Never Final for Those Who Begin Again with God.

Hari ini adalah hari terburuk saya sepanjang 17 tahun hidup saya (oke, mungkin terdengar terlalu hiperbolis ya, tapi this is the real fact). Dimulai dari pagi. Ulangan fisika fluida. Oke, saya lagi-lagi gagal di ulangan fisika kali ini. Entah saya yang memang bodoh dan tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik atau memang soalnya si pak guru berkumis itu yang susah (?). Saya sudah belajar kemarin dari jam 6 sore non-stop sampai sekitar jam 1 pagi. Tapi hasilnya? NOL BESAR. Akhir-akhir saya merasa sudah belajar melewati limit saya. Tapi hasilnya selalu di luar ekspektasi. Ada apa ini? Semoga ini bukan tanda buruk Tuhan. Amin.

Back to the topic. Sehabis kegagalan ulangan fisika, saya sempat menangis di kelas. Sudah dua kali saya nangis gara-gara ulangan fisika. Oke. Tapi buruknya hari ini belum berakhir sampai situ saja. Di akhir jam pelajaran, ulangan dimensi tiga pun dibagikan. Tebak saya dapat nilai berapa? EMPATLIMA! Nilai terendah saya selama bersekolah di Sanur. Sudah tak terbayang lagi deh perasaan down-nya saya saat itu. Semua perasaan campur aduk jadi satu. Merasa bodoh, cemas ga lolos remedial, takut gak naik kelas, dan perasaan-perasaan lain yang sulit dideskripsikan. Jujur semenjak peristiwa remedial beruntun ini, saya jadi menyesal lagi masuk IPA. Apakah ini jalan Tuhan yang tepat bagi saya untuk masuk IPA? Karena notabenenya, saya berhasil masuk jurusan IPA tanpa perlu banding. Muncul perasaan bahwa saya ini tidak mampu dan sebenarnya terlalu bodoh untuk jadi anak IPA :(

Yah memang sih nilai itu gak penting bagi saya. I don't live for scores. Saya juga bukan orang yang gila nilai alias perfeksionis atau semua nilai harus minimal 90 atau 100. Nilai itu kan gak kita bawa mati. Tapi ya... tetep saja. Faktanya (hasil kesimpulan sendiri) ;
1. Cuma nilai yang bisa membuat kita marah-marah tanpa sebab
2. Cuma nilai yang bisa membuat kita nangis, merasa bodoh, merasa frustrasi
3. Cuma nilai yang bisa bikin kita down dan bad-mood seharian
dan...
4. Cuma nilai yang bisa menghancurkan impian dan cita-cita seseorang

Dan yang terakhir... em.. itu yang PALING SAYA TAKUTKAN. Apa mungkin saya masih bisa meraih mimpi saya untuk melanjutkan studi ke luar negeri kalau situasinya seperti ini? (baca : nilai yang jatuh) Akhir-akhir ini saya gampang sekali jadi orang yang begitu pesimistis. Mungkin karena pengaruh nilai-nilai Fisika dan Matematika yang suka dengan isengnya jatuh ke Palung Mariana (tahu kan? palung yang terdalam di dunia itu u.u). Belum mencoba, sudah bilang tak bisa, pasti remed, pasti dapat nilai jelek (dan akhirnya emang kejadian, dapet nilai jelek -_____-) Jujur saja, saya jadi iri dengan mereka yang tidak perlu belajar berlama-lama, tapi bisa mendapatkan nilai yang bagus (yah, faktanya mereka memang jenius, tak usah belajar pun jadi) Padahal kan sudah jelas kita tidak boleh iri dengan kelebihan orang lain. Setiap orang sudah mendapat 'jatah' nya masing-masing.

Yah mungkin sekarang saatnya mengubah diri menjadi pribadi yang lebih optimistis. Gak gampang menyerah sebelum mencoba. Dari kegagalan saya hari ini, mungkin saya bisa belajar banyak hal, bahwa :

1) Yang jelas, hidup benar-benar membuat saya jatuh-bangun. Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, gak selamanya kita bisa enak-enakan terus di atas. Tapi gak selamanya pula kita terus menderita di bawah. Tuhan itu memang adil. Masing-masing untuk kesedihan, kegembiraan, keberhasilan dan kegagalan ada waktunya tersendiri. Mungkin saat ini saya sedang berada di bawah roda kehidupan saya. Yah, mungkin kegagalan yang saya alami ini ada hikmahnya. Menjaga supaya saya gak sombong ketika berada di atas dan tahu rasanya bagaimana ada di posisi terbawah. Daripada mereka yang gak pernah gagal dan selalu di atas, kalau sekali jatuh, pasti rasanya sakit sekali.

2) Kegagalan bukanlah akhir segalanya. Kegagalan merupakan cambuk bagi kita untuk terus berusaha dan berjuang lebih keras lagi. Ingat kan ada pepatah bilang "Kegagalan adalah awal dari keberhasilan." Dengan kegagalan kita berproses, berkaca kepada kesalahan kita, kemudian berusaha agar tidak mengulanginya lagi di kemudian hari. Selama saya duduk di kelas 11 Sanur, sudah tak terhitung lagi berapa banyak kegagalan yang saya alami. Sebelum kegagalan hari ini, saya coba terus untuk melupakan kegagalan itu dan move on. Sepertinya mulai sekarang saya pun harus bangkit lagi dari kegagalan itu.

3) Tetap semangat belajar, berpikir positif, lakukan yang terbaik dan tak lupa memohon bantuan-Nya. Ini salah satu kalimat yang dilontarkan teman SD dan SMP saya. Dia sungguh memotivasi saya untuk bangkit lagi dari kegagalan menyakitkan ini. Dia juga bilang : "Lo bisa masuk penjurusan IPA sukses, harus bisa naik kelas juga dong?" Ini sungguh ibarat oase di padang pasir. Cukup memberikan kelegaan bagi saya untuk bangkit lagi, untuk semangat lagi, dan untuk belajar lebih keras lagi.

4) Sekali lagi, I don't live for scores (SKILL IS MORE IMPORTANT!) Semenjak saya bersekolah di Sanur, saya sadar bahwa nilai bukan segalanya, teman. Nilai bukan satu-satunya penentu apakah kalian sukses di masa depan. Pintar bukan jaminan sukses (ini RELATIF! orang pintar asalkan dia mau berusaha dan tekun pasti dijamin sukses~ dan ini hanya untuk memotivasi diri saya sendiri). Masih ada faktor lain, yaitu sosialisasi dengan orang lain. Singkatnya, buat apa pinter tapi gak punya temen? Saya masih boleh bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan bahwa Ia memberikan saya banyak teman-teman baik dan memberikan saya kemampuan untuk mudah bergaul dengan mereka. Sukses itu bergantung dari dalam diri kita sendiri. Sering 'kan kita temui orang-orang yang sukses padahal mereka tidak mengenyam pendidikan yang memadai? Kalau kita mau sungguh-sungguh usaha, gigih, sabar, dan tentunya tak lupa meminta berkat dan penyertaan Tuhan, niscaya kita pasti sukses dan mampu meraih semua mimpi kita.

"Man jadda wajada. Man shabara zafira."
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Siapa yang sabar akan beruntung)

Jadi, tak ada cara lain untuk memperbaiki nilai-nilai saya yang jatuh. Yakni belajar lagi lebih keras dan teratur, juga gak gampang down dan menyerah begitu saja. FIGHT NIA! FIGHT!

5) Pelajaran terakhir. Bersyukur. Kenapa? Bersyukur sudah masuk Sanur. Sudah masuk IPA Sanur. Gak semua orang dapat kesempatan untuk mengikuti studi di sekolah homogen putri paling bergengsi di Jakarta ini. I should really thanked God for his blessing until today. I could study in the same school with great girls in the world :D

Post ini akan saya akhiri dengan quotes yang sangat menginspirasi yang dibuat oleh guru Kimia saya, Agust Wahyu :

Seorang yang DEKAT dengan Tuhan bukan berarti tidak ada AIR MATA,

Seorang yang TAAT pada Tuhan bukan berarti tidak ada KEKURANGAN,

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT,
...
Tapi org tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN Tuhan...

Seandainya:
- BERGUMUL pasti ada HARAPAN,
- di padang gurun pasti DIPELIHARA oleh Tuhan,
- masih dalam PROSES suatu saat pasti DIPROMOSIKAN Tuhan


Last but not least :

"FAILURE IS NEVER FINAL FOR THOSE WHO BEGIN AGAIN WITH GOD."
- Putri Jessica Margareth, a friend of mine (thanks Jess for this inspiring words)

2 comments:

  1. Do the best, kak! Nilai memang bukan segalanya, kok, kak. Proses itulah yang jauh lebih bernilai karena sekalinya kita gagal, kita dapat mengetahui titik nadir kita danjadi ada pacuan untuk berusaha memperbaikinya supaya tidak terjatuh lagi.

    KITA BISA karena pada dasarnya kita diberikan kemampuan oleh-Nya.

    KITA PASTI BISA karena kita sudah berusaha semampu dan sekuat tenaga kita, kita sudah berproses walaupun (mungkin) sering jatuh-bangun dan kita sudah memohon pertolongan-Nya :)

    KITA HARUS BISA karena kita punya mimpi yang harus kita kejar, kita juga dibimbing oleh mimpi itu dan harapan kita akan masa depan tidak hanya bergantung pada angka, kan? hehe. Jadi nggak ada yang nggak mungkin kok, kak :)

    SEMANGAT ya!


    Maaf acil cuma bisa bantu nyemangatin saja kaya gini, btw.. goodluck untuk CESI-nya juga :D


    Moving on~

    ReplyDelete
  2. ayo Nia kita berjuang bersama >.<
    sebagian besar yg lo tulis juga gw rasakan kok :)

    ReplyDelete