Monday, April 18, 2011

What We See In Our Dreams is Only The Beginning

"What we see in our dreams is only the BEGINNING."



Kalimat itu adalah penggalan lirik dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh NYC (Nakayama Yuma, Yamada Ryosuke, Chinen Yuri) berjudul Yume Tamago. Akhir-akhir ini lagu itu terus terngiang di kepala saya dan membuat saya mengulang lagu itu terus-menerus. Kenapa? Karena lagu itu sungguh memotivasi saya. Through the song, NYC told me that in purpose to reach our dreams, sometimes we have to fall and fall again, but step by step, it will make us grow stronger :)

Bicara tentang harapan... pernahkah kalian mengalami kondisi di mana harapan yang telah kalian rajut sedemikian rupa, pupus dalam waktu sekejap? Saya pernah. Tidak hanya sekali dua kali.

Hari itu, semesta - lewat satu kalimat bernada menolak yang dilontarkan ibu itu - menginginkan saya tahu, bahwa harapan, sebesar apapun, dapat diruntuhkan dalam satu detik. Seperti layaknya Uno-Stacko. Beberapa orang mungkin berhenti di titik tersebut. Tak kuasa untuk bangkit. Beberapa orang mempunyai keberanian lebih uutuk mengumpulkan kepingan-kepingan itu lagi dan membangunnya kembali mulai dari nol. Merekatkannya satu-persatu dengan sabar.

Ya, saya jadi teringat peristiwa satu bulan lalu itu. Waktu itu, bulan Maret, sekitar tanggal 12. Siang sepulang sekolah, dengan penuh percaya diri, saya mendatangi ibu itu. Bermaksud untuk meminta surat rekomendasi untuk memenuhi persyaratan mengajukan beasiswa dari United World College. Di sini mental saya sungguh diuji. Tanpa banyak kata ataupun tanpa melihat aplikasi yang telah saya buat sedikitpun, beliau langsung menolaknya mentah-mentah karena sekolah tidak mengizinkan meng-apply beasiswa untuk college. Sekolah hanya mau apabila beasiswanya itu diperuntukkan untuk jenjang perguruan tinggi.

SHOCK~ Di saat itu... rasanya... semua mimpi... semua harapan... melayang. Hilang begitu saja. Padahal menurut saya, itu merupakan salah satu kesempatan emas yang akan mengubah hidup saya. Begitu keluar dari gerbang sekolah, saya menangis. Saya marah. Saya sudah bekerja keras memenuhi segala persyaratannya, ditambah statement of purpose sebanyak 500 kata. Tapi nyatanya saya batal meng-apply hanya dengan satu tolakan :( I couldn't describe my feeling at that time. It was really awful. Rasanya dunia runtuh.

Yah, intinya sih kita harus buru-buru bangkit deh. Jangan sampai nge-stuck di bawah terus :) Kata Paulo Coelho dalam bukunya The Fifth Mountain, pasti ada masa-masa kekhawatiran dalam hidup manusia. Kuncinya cuma satu : JANGAN MENYERAH :) Do the best and don't forget to pray to God :D

"Shippai bakari dakedo akiramenai yo" :)
(Even when faced with only failures, DON'T GIVE UP)


No comments:

Post a Comment