Tuesday, March 27, 2012

The Raid : A Short Review

Berhubung hari ini kelas XII libur, jadinya gua bersama Jombang (a.k.a Sari) cabut deh ke Kalibata Mall buat nonton The Raid..... Kesan pertama : CUMAN FILM INI YANG BISA BIKIN GUA BANGGA JADI WARGA NEGARA INDONESIA!!! Expectation gua sama reality-nya ga beda jauh! Salut buat Gareth Evans!



Awal-awal nonton film ini sih memang agak ngeri deh ya. Karena sehabis adegan Iko Uwais lagi hangat banget sama keluarganya dalam mempersiapkan misi khusus ini, eh Gareth Evans langsung membawa kita ke adegan yang bertolak belakang banget. Ada adegan 5 orang dijejerin, diiket tangannya, dilakban mulutnya, terus ditembak kepalanya satu-persatu. Darah berceceran di mana-mana. Tapi so far... I'm in love with action movie. FOUR THUMBS UP deh buat ni film! Gua dari awal dibuat tegang banget... Dan fighting scene yang gak berenti-berenti membuat gua ternganga sepanjang film. Film Indonesia terbaik tahun ini! 

Jadi, The Raid itu kisahnya seperti ini..... 


Film The Raid atau kalau bahasa Indonesianya adalah film Serangan Maut, adalah film yang menceritakan tentang sebuah pasukan khusus, mungkin istilahnya Kopassus (Komando Pasukan Khusus). Pasukan Khusus Indonesia sendiri sebenarnya merupakan pasukan elit yang patut untuk disegani di seluruh dunia. 

Berbagai kasus nyata pernah dialami oleh Kopassus, mulai dari penyanderaan pesawat, hingga pemberontakkan dapat diatasi oleh pasukan elit tersebut.


Jaka (Joe Taslim) lagi nge-briefing anggotanya

Di film The Raid, pasukan khusus menyerang sebuah apartemen yang tak terawat yang rupanya merupakan  bandar narkoba. Tempat tersebut dijaga sangat ketat dan memiliki banyak penjahat. Saat pasukan khusus menyerang, tentu saja para penjahat tidak tinggal diam, mereka juga melawan balik dengan senjata yang mereka miliki. 

Para penjahat tersebut menggunakan banyak senjata, ada yang menggunakan senjata tajam seperti parang, golok, dan pisau... bahkan mereka juga memiliki senjata api, seperti pistol dan senjata laras panjang yaitu AK 47.

Dalam penyerangan tersebut, pasukan khusus mendapat perlawanan yang sengit. Banyak juga korban yang terkena serangan dari para penjahat tersebut, ada yang terkena tusuk, ada yang terkena tembakan peluru, bahkan juga ada yang terkena ledakan.



Nah, Rama (Iko Uwais) adalah salah satu dari 20 anggota pasukan khusus tersebut. Dia bersama ke-19 rekannya dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim) untuk mengadakan penyerbuan ke sarang bandar narkoba di sebuah apartemen di permukiman kumuh di Jakarta. Selama kurang lebih 101 menit kita bakalin disuguhkan oleh 90% adegan fighting Iko Uwais melawan kroni-kroninya Tama (Ray Sahetapy), si pemimpin bandar narkoba tersebut. 

Adegan yang paling klimaks waktu Rama, Andi (Donny Alamsyah), dan "Mad Dog" (Yayan Ruhian) dipertemukan dalam sebuah ruangan. Gila. Fighting scene antara Iko dan Yayan Ruhian itu bener-bener keren! Titik. Jadi keseluruhan, ni film GILA! Siapa bilang Indonesia gak bisa bikin film action sekelas Holywood? Kalo Holywood punya Tom Cruise, Indonesia punya Iko Uwais!

Yah memang sih, gua bilang film ini memang 90% isinya cuman fighting scene doang, sehingga plot atau alur cerita jadi sedikit kurang perhatian dan kurang mengena (yang keren adalah abang-adik Donny Alamsyah dan Iko Uwais kyaaaa). Karena mungkin fokusnya memang di adegan fight-nya saja. Tapi it's okay lah. It doesn't matter for me. Bisa dimaafkan karena ada Iko Uwais :P


Gyaaaa :) New bias : Iko Uwais :)

"Mad Dog" (Yayan Ruhian)

Sejak pasukan khusus itu memasuki apartemen, gua beneran dibuat nahan napas terus. Deg-degan. Tegang. It's filled with many breathtaking sequences. The Raid bener-bener gak cocok buat kalian yang tidak tahan melihat adegan violence. Tapi somehow ya, mesti gua bukan pecinta film action berdarah-darah, tapi setelah melihat The Raid, gua seolah-olah violence numb gitu O__O jadi biasa aja denger suara tembakan, pukulan, bunyi pedang, orang berdarah-darah, terus mayat-mayat bergelimpangan. Semuanya disajikan secara realistis. Untuk grafis dan special effectsnya oke banget lah!


Donny Alamsyah vs Yayan Ruhian

Terus yang lucu adalah, serangkaian kata-kata (yang seringkali kata "kotor") yang kadang meluncur dari mulut para pemainnya, bikin penonton satu teater ketawa ngakak. Dan ucapan preman berlogat Ambon seperti ini : "Kamu jangan coba tipu-tipu saya. Ekalo saya muak, saya bisa menggila." Sumpah, gua ngakak waktu ni preman bilang kayak gitu! Muka sih sangar tapi ngomongnya kocak xD Berhubung ini film action, ya jadi dialognya minimmmm banget. Yang gua denger kebanyakan cuman "hiatt! arrghh! ciatt! haaarghhhh~~" :))

Terakhir, dari segi aktor. God, untuk keberapa kalinya gua melihat lagi Donny Alamsyah. Di Negeri 5 Menara, dia berakting sebagai Ustadz Salman. Kali ini sebagai penjahat. Gak ngerti lagi deh sama Donny Alamsyah. Kerennnn <3 Kemudian tentu saja sang aktor utama : IKO UWAIS. Gua benar-benar dibuat terpesona. He's hot <3 Iko Uwais ganteng. Mutlak. Gak perlu akting berlebihan, adegan dia fighting aja itu udah bikin gua melting, lemes,  nosebleeding :)) Terus adegan di mana dia udah fight mati-matian, jalannya udah sempoyongan ga jelas, tapi tiba-tiba.... dia berjalan dengan gagah lagi, terus final fight lawan Yayan Ruhian.

Kata-katanya Rama yang gua inget adalah : "Gak semua polisi bisa dibayar." GYAAAA I'm definitely become his new fan (Y) 

Good job, Iko! Good job, The Raid! I give this movie 9.5 out of 10! I'm intend to see this movie again! Maju terus perfilman Indonesia!

3 comments:

  1. "Film The Raid atau kalau bahasa Indonesianya adalah film Serangan Maut,"

    Bukankah judul bahasa Indonesianya "Serbuan Maut"?

    ReplyDelete
  2. Kalo kata2 yang ane inget: "Kalau saya muak, saya menggila." :D

    ReplyDelete
  3. Kalo kata2 yang ane ingat: "kalo saya muak, saya menggila." Hahaha... that guy is awesome.

    Soal akting emang gak ada yang bisa dibanggain, kecuali Om Ray Sahetapy yang emang engkongnya peran antagonis seluruh Indonesia. Tapi koreografi & aksinya emang mantep.

    ReplyDelete