Wednesday, December 31, 2014

Reminiscing 2014

2014 has been such a splendid and amazing year for me. There were tons of best moments in 2014. I can say that by far, it is a year full of life lesson, blessings, and developing process for me. I think that 2014 is the point in my life when I experience how is it like to be in a real world. Work (even though not a "real" one), friendship, family, value of things, time and health. I can say that I regret nothing from all things that 2014 has taught me because those precious experiences will be needed to shape a better me in 2015! I hope 2015 will be as good as 2014. Let's welcome 2015 with positive thoughts and energy!

Reminiscing 2014....


Thursday, December 25, 2014

Merry Christmas 2014

So it's Christmas day afterall!
Wishing you a Wonderful Christmas with your family and beloved people.
May the light of Christmas shine in your heart, bring you peace and joy.
Have a merry christmas :)
God Bless You all!

Merry Christmas!
Pardon my face :D
Well, I didn't go anywhere on this Christmas day. We never go for a holiday on Christmas day, to be honest. So literally I just stayed at home and watched some movies. Mager buat kemana-mana haha. By the way, next year is gonna be my 6th semester in college. Yap, tahun depan angkatan 2012 bakal jadi yang tertua di kampus. Only 8 subjects left and after that... thesis. Semoga semuanya berjalan lancar dan bisa kerjain skripsi di semester 7, abis itu wisuda deh *AMINNNN* 

About 5th semester.... well, no comment deh. Sudah terlalu banyak dramanya nih di semester 5 ini. My GPA increased slightly than the last semester. But the accumulated GPA is slowly... decreasing semester by semester. Tapi puji Tuhannya masih dapat potongan beasiswa uang kuliah. Makin ke atas mata kuliahnya makin abstrak dan dosennya pun makin random. I've got through that random lecturer for n-th times, fellas. Haha. Like one subject called Praksi.... after 3 sleepless nights and 180++ pages of system design proposal... I only got B though. LOL. Far from my expectation, A-. But at least.... passing is passing, bro! Yang penting lulus. That's it for now.

2014 tinggal beberapa hari lagi, belakangan ini saya lagi sibuk nyiapin post tentang what's already happened in 2014 and what to achieve in 2015. So, wait for my next post! :)

Wednesday, December 24, 2014

SUMOBOO Kota Kasablanka - The Best Dessert in Town

Tanpa berpanjang lebar, langsung aja nih saya bahas mengenai resto cafe ala Taiwan yang menyajikan dessert yang lagi superrr happening dan nge-hits banget di Jakarta. Saya tahu SUMOBOO dari check-in teman-teman saya di Path yang sekaligus memposting foto dessert yang sungguh menggugah selera. Terutama dessert yang bentuknya kepala beruang.

Awalnya kita berlima berencana ke PIK karena tahu kalau SUMOBOO ada di situ. Tapi karena kejauhan dan bingung transportnya akhirnya kita ke Kota Kasablanka deh. Beruntung banget ternyata SUMOBOO baru buka cabang di Kota Kasablanka. Saya sendiri penasaran seenak apa sih SUMOBOO sampai-sampai populer banget di masyarakat.

SUMOBOO Kota Kasablanka
Pic credit : Open Rice 
Pic credit : Open Rice

Tuesday, December 23, 2014

The Authentic Japanese Flavor : Marugame Udon Kota Kasablanka

Sehabis cemal-cemil manis di Churreria Spanish Chocolateria, kali ini kita berlima beralih ke main coursenya. Karena bingung mau makan di mana, akhirnya kami putuskan untuk mencoba Marugame Udon. Well, sebagai pecinta makanan Jepang (yang seumur-umur baru nyobain segala macam jenis sushi aja), saya juga gak mau ketinggalan mencoba masakan Jepang yang lain, yaitu udon. Kali aja udon ini lebih enak daripada ramen (saya kurang begitu suka ramen). 

Pic credit : Google


Cemal-Cemil di Churreria Spanish Chocolateria Kota Kasablanka

Hello, everyone. 
I haven't been updating my blog regularly lately.
It's because I'm busy........I'm actually quite busy than last semester.

Well, the good news is... 5th semester is officially ended. Time really flies, huh. The result is out already (gonna talk about this in the upcoming post hehe). Next year is gonna be my penultimate year in college. And yeah, it's 23rd December. I can smell Christmas. So... to celebrate Christmas together, me and my four college besties, went to Mall Kota Kasablanka to have some culinary experiences. Biasanya kita kalo ke mall kerjaannya nonton abis itu balik, tapi sekarang mau makan-makan doang hehe :D 

Dan sekarang... saya pengen nyobain nge-post tentang food review ala food blogger gitu deh hehe. Sekali-kali bolehlah ya jadi tambah pengalaman baru nulis tentang makanan :)

Churreria Spanish Chocolateria

Pic credit : google.com

Ornamen Natal di Churreria Kokas

Friday, November 21, 2014

LINE Official Event - LINE Dictionary


On November 20, 21, and 24 there was another LINE event on my campus (Unika Atma Jaya Jakarta) titled LINE Official Event - LINE Dictionary. Even though this time, the crowd wasn't as "hell" like the earlier event titled LINE Let's Get Rich, they were still very enthusiastic to get the souvenirs from LINE. The game was to roll a wheel of fortune. So, it was kinda difficult to get the LINE dolls because you need to be lucky enough to get a big doll. 


Forget to take a picture here :')



Monday, November 10, 2014

Nation Building Beswan Djarum 2014/2015 - Part 3 : Cultural Visit ke Kota Kudus

Bagian sebelumnya dapat dibaca di sini - PART 2
It’s day 5 already! Pagi-pagi saya bersama 2 roommates saya ternyata bangun kepagian. Kami bangun dan mulai bersiap-siap dari jam setengah 4 pagi! Dan sampai paling pertama di restoran jam 5 pagi! Matahari pun masih malu-malu memunculkan semburat kemerahannya. Kebayang deh itu restoran hotel masih gelap dan sunyi. Alhasil kami pun selfie-selfie dulu deh di luar restoran.


Yang penting selfie
Penampakan sosis super nikmat yang dimakan tiap pagi di hotel
Di hari Senin ini sebagian besar teman-teman saya suaranya habis gara-gara semalam heboh nge-disko haha. Obat Strepcils pun jadi sasaran empuk.Untungnya suara saya sih masih baik-baik aja haha :D Karena saya gak teriak-teriak heboh semalam.


Sunday, November 09, 2014

Nation Building Beswan Djarum 2014/2015 - Part 2 : Normal is Boring

Bagian sebelumnya dapat dibaca di sini - PART 1

Hari ketiga
Di  hari ini, kami yang awalnya pada jaim-jaim, mulai mencoba mengakrabkan diri dan lebih mengenal satu sama lain. Apalagi ditambah kejahilan duo MC yang sengaja ngerjain Beswan yang kalau ketahuan meninggalkan barang-barang berharga di sembarang tempat di PRPP, dipanggil untuk maju ke depan. Kemudian dikerjainlah mereka entah disuruh ngegombal sama pasangannya atau disuruh bikin yel-yel untuk angkatan 30. Dan anehnya tiap hari ada aja pengumuman kalau panitia menemukan handphone yang ketinggalan di toilet atau di tempat latihan.

Kabarnya sih hari ini kegiatan latihan kita seharian akan diliput Kompas TV. Jadi inget deh kita ber-500 take beberapa kali hanya untuk menjawab “Apa kabar Beswan Djarum hari ini?” dengan “Luar biasa! Fantastis! Yes! Yes! Yes! Beswan Beswan Djarum Yes!”

Di sini ada juga si Aang alias Kivlan dari UIN Syarif Hidayatullah. Doi boleh dibilang “provokatornya” Beswan 30. Tingkahnya udah kayak korlap demo-demo mahasiswa hahaha. Gak sekali dua kali dia menyerukan, “Hidup mahasiswa! Hidup!”Memang di Beswan ini terkenal ungkapan “normal is boring”. Buktinya ketika sesi perkenalan Beswan 29 yang menjadi LO di Nation Building kali ini, mereka udah gila-gilaan dengan kata-kata “maju, maju, cantik” lalu joget bareng dengan lagu “Sakitnya tuh di sini… di dalam hatiku…” Saya rasa lagu ini kayaknya cocok untuk jadi theme song Nation Building tahun ini kali yah hahaha saking seringnya ini lagu diputer kalo lagi ngumpul-ngumpul bareng. Dan hari ini gak cuma Beswan 29 aja yang gila-gilaan, kita-kita Beswan 30 jadinya gesrek juga dan ikutan joget bareng diiringi lagu itu. 

video


Saturday, November 08, 2014

Nation Building Beswan Djarum 2014/2015 - Part 1 : Satu Minggu Paling Berkesan Dalam Hidup

30 Oktober – 5 November 2014 yang lalu mungkin merupakan satu minggu yang paling berkesan dan sungguh luar biasa di dalam hidup saya. Rencana Tuhan memang yang terbaik dan terindah. Kalau saja saat itu saya memutuskan untuk berada dalam pesimisme saya untuk tidak mengikuti seleksi Beswan Djarum, tentu tidak akan ada post ini. Tidak akan ada pengalaman berharga untuk dibagikan ke anak-cucu kelak :") Bertemu dan berkumpul serta berbagi pengalaman dengan 515 mahasiswa hebat lainnya dari 87 perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia. Ya, Nation Building memang menyatukan perbedaan yang ada di antara kami semua. Hanya di event Nation Building inilah, 516 orang penerima Djarum Beasiswa Plus 2014/2015 berkumpul bersama-sama.

Fyi, Nation Building merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan soft skills yang diberikan oleh Djarum Beasiswa Plus untuk membekali para Beswan Djarum (sebutan bagi penerima Djarum Beasiswa Plus) agar menciptakan pemimpin Indonesia yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga cakap secara emosional. Nation Building adalah pelatihan yang mempertajam wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme serta melatih para Beswan Djarum untuk menjadi pelaku budaya secara langsung. Puncak dari Nation Building adalah Malam Dharma Puruhita, yakni malam pengukuhan 516 penerima Beswan Djarum 2014/2015 yang dikemas dalam pertunjukan seni bertajuk “Damai Bumi Dewata” di bawah asuhan 12 orang mentor dari Denny Malik Entertainment dan bantuan dari Mas Reza – The Groove.

Tema Damai Bumi Dewata diangkat sebagai pengingat keseimbangan hidup. Berangkat dari falsafah tradisional kehidupan masyarakat Bali yang dikenal dengan Tri Hita Karana – yakni sebuah kebutuhan dasar manusia untuk menciptakan keseimbangan hubungan antara sesama manusia, alam lingkungannya dan Sang Pencipta.

Melalui pagelaran Damai Bumi Dewata, para Beswan Djarum akan mampu mewujudkan kedamaian dan keharmonisan hidup, serta melestarikan kekayaan alam dan budaya, tidak hanya di Bumi Dewata tetapi juga dalam berbangsa dan bernegara sesuai falsafah Tri Hita Karana. Berkumpulnya Beswan Djarum dari berbagai latar belakang, daerah asal, dengan bahasa serta karakter yang berbeda menjadi contoh nyata harmoni nusantara dalam balutan ikatan Bhinneka Tunggal Ika. Sebuah awal baik untuk mewujudkan bangsa yang hebat, Indonesia yang Digdaya.

Post kali ini bakal jadi yang terpanjang selama sejarah saya nge-blog (dan bakal banyak fotonya), jadi mungkin akan lebih baik jika saya bagi ke dalam beberapa part ya (lumayan kan sekalian nambah-nambahin jumlah blogpost xD)

Let me recall the memories of Nation Building 2014/2015 in Semarang…


Saturday, October 18, 2014

Mencoba untuk Disiplin

Seperti biasa, hari ini begitu banyak pikiran yang bermunculan di dalam kepala gue seolah sudah gak sabar untuk dituangkan ke dalam blog. Banyak banget topik yang ingin gue tulis... but so little time :( (atau gue nya aja ya yang masih belum bisa me-manage waktu dengan baik) Pulang kuliah atau rapat yang ada gue langsung ketiduran dengan puasnya. Abis ngerjain tugas, tenaga udah abis, lalu balik lagi tidur dan gak sempet menulis. Dan gak cuma masalah waktu aja sebenarnya, tapi gue menulis masih nurutin mood. Kalau mood lagi gak bagus, ya jadinya males nulis deh :(

Gue masih berusaha mencoba untuk rajin dan disiplin menulis, yah at least di blog ini dulu deh. Teratur setiap minggunya paling enggak satu blogpost per minggu. Kenapa gue jadi demanding gini bahwa gue mesti lebih teratur nulis? Karena gue baru dapet e-mail yang menyatakan kalau gue keterima untuk jadi volunteer sebuah komunitas dengan tagline "Write for Humanity" di mana gue akan menjadi salah satu content writernya. Dan gak cuma itu aja sih, saat ini gue masih kerja jadi helper sebagai social media officer, udah gitu juga masih ada tanggung jawab untuk kelarin 1 edisi lagi majalahnya UKM gue. It's clear that writing is an important matter for me.


Friday, September 26, 2014

Twenty One

So today is my day. And next year is Taylor Swift's turn to continously singing in my head. I'm officially being 21. It doesn't feel weird anymore since I've reached my second decades in my life a year ago hehe. Well... to be honest, I'm just feeling grateful, happy but somehow I feel "biasa aja". Mixed feelings. Don't you think as we grow up, we somehow lost that "happy feelings" of celebrating birthday? I do. This morning I don't feel like expecting what will my birthday looks like. It's just like another regular day.


Friday, September 05, 2014

LINE Official Event - LINE Let's Get Rich

On September 4th-5th there was an event on my campus (Unika Atma Jaya Jakarta) titled LINE Official Event - Let's Get Rich. It was such a very well-received event, since all students on my campus were going crazy about it. LOL xD

Yesterday, I arrived on campus at about 9.50 a.m. As I walked to the class, I saw a very big crowd on Hall C. Apparently, it was a LINE Official Event. All  you need is to download LINE Let's Get Rich and then invite 30 friends to get two turns to roll the dice and get LINE's merchandise. If you succeed to place the dice in the red spot, you get one big Cony or Brown. Blue spot, you get one small plush doll of Cony or Brown. Last one, purple spot, you could get a folder or a pen.

The Game Rule




This is the game site - look at the monopoly board

Taken from my friend's Path. The crowd on 2nd day

Sunday, August 31, 2014

Rather Than Lucky, I Call It Blessings


Seperti judul postingan hari ini, "rather than lucky, I call it blessings" Hari ini saya benar-benar merasakan bahwa apa yang saya dapatkan bukan lagi keberuntungan semata, tapi karena berkat Tuhan yang sungguh melimpah di hidup saya. You know what? I nail it! I finally got accepted as one of Beswan Djarum batch 30 Tahun Ajaran 2014/2015! Thank God for your neverending blessings in my life! Menjadi Beswan Djarum memang merupakan goal saya sejak awal masuk di bangku kuliah (mungkin juga pengaruh dari TVC Beswan Djarum tiap tahunnya ya dengan jingle yang akrab di telinga kita : "Semangatmu... ceriamu.... prestasimu.... come join us... generasi yang membanggakan, bersama Beswan Djarum... come join us!")

Akhirnya kegalauan saya di post sebelumnya (klik di sini) terjawab sudah!



Wednesday, August 06, 2014

Happiness Can Exist Only in Acceptance

Terkait dengan kejadian menarik di pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2014 22 Juli yang lalu yakni saat capres nomor urut 1, Prabowo Subianto, menyampaikan pernyataan politiknya di mana ia memutuskan untuk mundur alias menarik diri dari pengumuman Pilpres yang saat itu rekapitulasinya tengah berlangsung di KPU Pusat. Kejadian ini sontak membuat social media seperti Twitter ribut tentang Prabowo. Banyak yang meminta agar Prabowo legowo, mengikhlaskan dan yang terpenting adalah menerima kekalahan.

Yang mau saya tekankan di sini : penerimaan.
Acceptance.



Tuesday, August 05, 2014

Plan Your Future with Reksa Dana, Youngsters!

Hello readers, dalam postingan kali ini, gue ingin membicarakan seputar investasi. Berat banget nih ya topiknya. Kenapa tentang investasi? Jadi gini, ceritanya bulan April kemarin gue akhirnya membeli produk reksa dana dari PT Manulife Asset Management Indonesia. Reksa dana pertama gue! Haha. Sebenernya keinginan ini udah ada sejak November 2013 lalu sih, cuma karena waktu itu masih minim pengetahuan, jadi belum terealisasikan. Ibaratnya setahun lalu gue cuma kebanyakan ngomong mau investasi di reksa dana tapi gak dijalanin :)). Ada gunanya juga semester lalu gue ambil mata kuliah Manajemen Investasi di mana dosennya suka “nyuruh” atau kalo boleh gue bilang “maksa” muridnya buat langganan koran-koran investasi dan juga beli produk reksa dana. Udah gitu kan gue orangnya “murah” ya, jadi gampang kepengaruh gitu (eits, kepengaruh dalam hal-hal positif maksudnya). Jadi gue juga mau berterimakasih buat Pak Dosen yang akhirnya berhasil buat gue gak cuma belajar teori investasi aja, tapi juga sekaligus mempraktikkannya di dunia nyata. Karena apalah gunanya teori kalau gak dipraktikkan, ya gak?

***

Reksa Dana


Sebelum mulai lebih jauh, gue mau ngejelasin dulu nih apa sih reksa dana itu?


Monday, August 04, 2014

Hello, August

Happy 1st August! Well, to keep this blog updated, gonna post some screenshots from my Instagram account. Here it is :





Follow me on instagram : instagram.com/eugeniasepthariani :D

Sunday, August 03, 2014

Book Review #1 : If I Stay

For the first time, akhirnya saya nge-post review buku yang baru saja selesai saya baca :) Well, sekalian latihan nge-review buku. Oke, buku yang saya baca judulnya If I Stay, karangan Gayle Forman. Buku ini saya dapat dari Blended LitBox. Pilihannya Kak Ika emang gak pernah salah deh! Terbukti bukunya saya baca sampai abis! Fyi, ini buku pertama dalam Bahasa Inggris yang berhasil saya kelarin bacanya! :D Gak tau kenapa, baca If I Stay ini gak bisa berhenti deh. Dulu pernah baca buku Twilight dalam Bahasa Inggris tapi gak selesai karena menurut saya ceritanya bosenin dan vocabnya susah banget euy (padahal If I Stay juga susah sih vocabnya tapi entah kenapa kelar saya baca :D). Setelah baca If I Stay ini jadi bener-bener ketagihan baca buku yang berbahasa Inggris karena bisa ngelatih Bahasa Inggris saya juga :D Okee... langsung aja ya ke review bukunya.


Title          : If I Stay
Author     : Gayle Forman
Page         : 261 pages
Publisher : Speak (Penguin Group), 2010
ISBN       : 978-0-14-241543-6
Price        : I don't know exactly since I bought it from Blended LitBox #5

***


Saturday, July 12, 2014

Pengalaman Seleksi Beswan Djarum 2014/2015 Jakarta

Pertama-tama saya ingin menjelaskan dulu tentang apa sih Beswan Djarum itu? Jadi Beswan Djarum adalah bentuk bakti dari Djarum Foundation yang terus konsisten dalam memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan di Indonesia. 

Nah, yang membedakan Djarum Beasiswa Plus dengan program beasiswa lain adalah, selain mendapatkan dana beasiswa selama satu tahun, Beswan Djarum (sebutan bagi penerima program Djarum Beasiswa Plus) juga akan diberikan berbagai macam pelatihan ketrampilan lunak atau soft skills guna mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin masa depan bangsa. 

Pelatihan soft skills ini meliputi Nation Building, Character Building, Leadership Development, Competition Challenges, International Exposure dan juga Community Empowerment

Melalui pembudayaan dan pemberdayaan para penerima program Djarum Beasiswa Plus ini, rangkaian pelatihan tersebut dimaksudkan untuk menyeimbangkan pencapaian akademik (hard skills) yang diperoleh di perguruan tinggi dengan berbagai ketrampilan lunak (soft skills) yang diperoleh dari program ini. Tujuannya agar Beswan Djarum di kemudian hari menjadi pemimpin masa depan bangsa yang cakap secara intelegensia maupun emosional. (sumber : http://djarumbeasiswaplus.org)

Sebagai orang yang memang suka mencoba hal-hal baru, saya juga gak mau ketinggalan. Karena menurut saya banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan sebagai Beswan Djarum. Pertama, bantuan dana kuliah sebesar Rp 750.000 per bulannya selama 1 tahun. Kemudian para penerima Beswan juga akan mendapatkan berbagai macam pelatihan soft skills dan pengembangan diri.

Saya mencoba untuk sharing pengalaman saya sewaktu ikut Seleksi Beswan Djarum 2014/2015 10 - 12 Juli 2014 di Jakarta. Siapa tahu bermanfaat buat teman-teman lain yang akan mengikuti seleksi, mengingat seleksi masih akan berlangsung hingga Agustus nanti :D

***

Thursday, June 19, 2014

Fall Seven Times, Wake Up Eight Times

Words can't even describe how I'm feeling right now. I'm feeling like a plastic bag that has been torn so many times. 

Mungkin meme ini yang pas menggambarkan perasaan gue sekarang :")

Jadi gue mungkin akan memulai post ini dengan cuplikan lagunya Coldplay - Fix You. 

"When you try your best but you don't succeed..."

Waaah... Denger lagu ini rasanya pengen nyebur aja ke jurang terus menghilang dari bumi *cry* Hari ini gue lagi down banget. This is the result of having too much expectations *sobbed* Ya, jadi gue berharap terlalu tinggi, ketika gagal begini nih down banget. Remember, expectation kills :(( Jadi pada intinya, gue mengalami kegagalan *untuk kesekian kalinya* Padahal gue merasa sudah berjuang mati-matian dan do my best untuk mendapatkan itu, tapi nyatanya usaha gue belum membuahkan hasil (sampai sekarang). Or maybe God wants me to only stay focused on academic stuff... Like for now......

Come to think of it, I try to evaluate myself. Mungkin usaha gue masih kurang, atau mungkin memang gue yang belum pantas untuk mendapatkannya... Entahlah. Kadang gue ngerasa kegagalan yang sudah terjadi kesekian kalinya ini bikin gue ngerasa gak berguna banget, payah dan yang paling utama gue masih belum bisa bikin bokap bangga :( Gue merasa diri gue tuh udah gak ada artinya lagi... 

Buat para readers yang mungkin lagi baca blog gue dan mungkin sedang mengalami perasaan yang sama dengan gue : Well, kita semua tahu udah banyak banget kan tuh quotes-quotes yang biasa kita baca waktu mengalami kegagalan? Intinya adalah jangan cuma quotes itu jadi sekedar motivasi kosong aja, yang penting adalah gimana kita menyikapi kegagalan itu sendiri. Caranya? Ya, MOVE ON! Gue lagi berusaha untuk melupakan kegagalan dan move on, move forward lalu membenahi dan memantaskan diri supaya di lain kesempatan gue bisa berhasil dan sukses. 

Also remember, there must always be a positive side from each failure that we've been through. Apapun bentuk kegagalan yang kita alami, mungkin hal itu bukan yang terbaik buat kita. Karena apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut-Nya. Selalu percaya bahwa ketika satu pintu tertutup, pintu lain akan dibukakan bagimu. Tuhan pasti telah menyiapkan yang terbaik buat kita. Everything's gonna be beautiful at His time. And if it's not good, it's not the ending. Jadi percayalah bahwa kegagalan itu bukan akhir dari segalanya, melainkan permulaan bagi kita untuk semakin memperbaiki diri lagi! 

Fall seven times, wake up eight times!

Tuesday, May 27, 2014

[REBLOG POST] Write Down Your Goals

The following article is not mine
***

We hear a lot about the importance of goal-setting, but most of us don’t have clear and measurable goals to work towards. Even fewer of us actually have those goals written down. Lewis Carroll says, “any road will get you there, if you don’t know where you are going,” but how important are goals really and if they are vital, how can we make them most effective? There was a fascinating study conducted on the 1979 Harvard MBA program where graduate students were asked “have you set clear, written goals for your future and made plans to accomplish them?”  The result, only 3% had written goals and plans, 13% had goals but they weren’t in writing and 84% had no goals at all. Ten years later, the same group was interviewed again and the result was absolutely mind-blowing.

The 13% of the class who had goals, but did not write them down was earning twice the amount of the 84% who had no goals. The 3% who had written goals were earning, on average, ten times as much as the other 97% of the class combined! While this study only looks at earnings to quantify success, I still find it to be an extremely motivating example of why creating clear and measurable goals and writing them down is a key to success. Feeling motivated? Here are four steps to creating clear and measurable goals that will lead you to huge success.

Create a Vision
The first step to creating a goal is to figure out what you want. If you don’t know what you want, you don’t know what you need to achieve to get there.  This is actually the fun part. You get to dream. What do you really want to create for yourself? What does your ideal life look like? Don’t be afraid to think big. Take fifteen minutes and document your vision. Take note of the details. What does your day look like? Where are you living? Try to incorporate all senses in your vision to make it most effective. What do you see, hear, smell, taste and feel throughout this ideal day?

Make it Measurable
Take your vision and turn it into a written list of concrete goals. If in your ideal world you are working for yourself, one of your goals might be to start your own company. Choose an achievable time frame to accomplish your goals, as well as measurable details, so you know exactly when you’ve achieved them. What exactly does it mean to start your own company? Make sure to set yourself up for success by creating goals that are realistic and achievable in the given time-frame.

Set Benchmarks
Most of our goals are a build-up of small achievements, sometimes even years of many small successes. Break your goals into small actionable steps and assign realistic time frames to each. Continue to break big steps into smaller and smaller steps until goals seem less daunting and achievable. Benchmarks are a great way to keep you on track. You may find you are moving more quickly or slowly than you expected. That’s not a problem, you can adjust! Adjust your expectations and timeline as you gather more information while achieving your benchmarks.

Celebrate Your Success
I believe the most important part of goal-setting is celebrating our successes. How will you reward yourself for hitting your benchmarks along the way? How will you celebrate once you’ve reached your goal? As we journey to the realization of our goals, it’s important to remember our vision. Why we want something can provide us with the motivation and determination to continue to work toward it even when things don’t go as planned or are more difficult than we anticipated.

From now on, choose to be among the most successful people and write down your goals. Create a vision for what you want, turn that into a list of measurable goals, set benchmarks and celebrate your successes along the way.

By : Ashley Feinstein

Source:  What They Don’t Teach You in the Harvard Business School by Mark McCormack

To Ben I Shall Back

“The world is a book and those who do not travel read only one page.” – Augustine of Hippo

Dunia itu bagaikan buku dan mereka yang tidak berkelana hanyalah mereka yang membaca satu lembar halamannya. Quotes di atas adalah salah satu quotes favoritku. I am very interested in traveling, tapi sayang masih belum ada kesempatan; terutama dari segi finansial. Nah, karena aku belum bisa mewujudkan mimpiku untuk pergi traveling, aku punya satu cara praktis yang cukup jitu untuk mengatasi ke-desperate-an diriku dan betapa seringnya aku hanya bisa gigit jari saat melihat teman-temanku sudah bisa menuntut ilmu di negeri orang dan jalan-jalan melanglang buana.

Cara itu, tak lain tak bukan adalah…

Kartu pos.

What? So old-fashioned.


Iya. Kuno. Jadul memang kedengarannya. Di era teknologi yang super canggih seperti sekarang ini, aku masih saja hobi mengoleksi serta mengirimkan kartu pos ke random strangers all over the world via situs Postcrossing. Aku juga sering meminta teman-teman yang tinggal di luar negeri mengirimkan kartu pos khas negara mereka masing-masing.

Bagiku, postcard-lah yang membuatku bisa “menjelajahi” negara-negara di dunia (walau aku tahu hanya lewat gambar). Aku hobi mengoleksi postcard bertemakan UNESCO World Heritage Sites dan juga iconic places dari seluruh dunia. Lewat postcard aku jadi berani bermimpi untuk bisa benar-benar mengunjungi iconic places yang menjadi gambar di banyak postcard yang telah kukoleksi.

***

Saturday, May 17, 2014

United Kingdom : My (No Longer) Unrequited Love

“If you can dream it, you can do it.”

Kata-kata emas dari Walt Disney itu selalu menjadi semangat dan motivasi di dalam hidupku. Traveling around the world has always been my biggest obsession. Dari kecil, aku selalu berusaha belajar dengan giat supaya kelak bisa mendapat beasiswa studi di luar negeri. Namun hingga kini impian itu sama sekali belum bisa kuwujudkan. Yang bisa kulakukan hanyalah browsing foto-foto di Facebook milik teman-temanku, yang sudah terlebih dahulu bisa mencicipi pahit-manisnya hidup dan belajar di negara orang. Aku hanya bisa membayangkan bagaimana serunya menjelajahi negara lain, belajar budayanya dan bertemu orang-orang baru dari berbagai macam suku bangsa. In short, aku hanya bisa bermimpi. I’m just a dreamer – that is still struggling to achieve my dreams, no matter what it takes.

***

Ada satu negara yang membuatku jatuh cinta padanya.

Inggris.


Friday, May 16, 2014

Can I Tell You Something Crazy?

Can I tell you something crazy? Selama dua puluh tahun aku hidup, aku selalu bermimpi untuk bisa menjadi putri kerajaan dan menikah dengan pangeran berkuda putih. Well, silakan tertawa sepuasnya deh. Karena mimpiku yang satu ini memang konyol. But I think, it's every girl's dream to be a princess.

Oh ya, perkenalkan dulu, namaku Diana Anastasia. Kata Mama, namaku terinspirasi dari Lady Diana yang terkenal itu. Aku, Diana, hanyalah gadis biasa. Dalam keseharianku, aku kadang suka sok bertingkah laku ala princess. Seperti misalnya doing a princess pose (it’s hard to describe here : itu loh yang angkat gaunnya terus kakinya disilangkan lalu membungkuk sedikit). Pokoknya, I always pretend to be a princess in my mind :D

Di kamarku, terpajang miniatur Istana Buckingham Palace. Mama membelikannya untukku. Walaupun kami hidup sederhana, Mama dulu pernah dapat beasiswa sehingga bisa kuliah di Inggris loh!

Waktu Prince William dan Kate Middleton menikah, aku cuma bisa gigit jari sambil membayangkan : mungkin gak sih aku bisa seperti itu? Naik kereta kencana, tinggal di istana, dan yang serunya lagi bisa melakukan aksi social charity sambil jalan-jalan keliling dunia. Isn’t it awesome? Karena Prince William sudah menikah, maka Prince Harry adalah ‘sasaran empuk’ tempatku menggantungkan mimpiku.

Sebagian temanku berkata bahwa aku hanya membuang waktuku saja untuk memimpikan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. But hey, kata orang-orang sukses, jangan pernah meremehkan mimpi, semustahil dan sekonyol apapun itu.

Sambil goler-goleran di ranjang, kumantapkan tekadku, bahwa kalau aku tidak bisa mewujudkan mimpi (konyol)ku untuk menikah dengan pangeran berkuda putih; at least aku bisa menjejakkan kaki di depan Buckingham Palace. Guling-gulingan di rumputnya yang nyaman. Nyubit pipi penjaga istananya. Dan sekalian ambil foto selfie di sana lalu upload ke Facebook, Twitter dan Instagram. Biar teman-teman yang meremehkanku cuma bisa gigit jari. I’m determined to do that.

***

Pagi itu seperti biasanya, aku bangun, mandi, sarapan dan bersiap untuk pergi ke kampus. Everything is just normal until… Terdengar suara deru mobil yang berhenti tepat di depan rumahku yang minimalis itu. Aku mengintip dari jendela kamar.

Gila. Sebuah mobil limosin. Ada apa ini.

Kulihat Mama pergi ke depan dan membukakan pintu untuk tamu misterius itu.  

“Diana, yuk ke ruang tamu sebentar. Ada yang mau bertemu denganmu nih.” Mama memanggilku.

Aku pun turun dari kamar dan memberanikan diri untuk bertemu tamu misterius itu. Di sofa, sudah duduk seorang pria tua bertopi hitam dengan kumis tebal yang khas dan perut yang gendut. Ia duduk sambil memegang tongkat jalan.

Good morning! Selamat pagi, Diana. Wah, you’re all grown-up now! Perkenalkan, saya Anthony Smith, pengurus Buckingham Palace. But you can call me by my nickname : Potato. I’m coming here all the way from London. Jakarta’s traffic is very crowded, ya.” ujarnya dengan aksen British bercampur Bahasa Indonesia.

Wait, what? Pengurus Buckingham Palace? Siapa namanya tadi? Potato? Kentang? Eh tapi kok dia bisa Bahasa Indonesia ya? Les Bahasa Indonesia di mana, Mister? Ah, aku jadi pusing.

Oh my dear Diana, kamulah orang yang kami cari selama ini.”

Hah? Cari? Dikiranya aku most wanted person kali ya.

“Eh. Oh, emangnya saya habis ngapain ya Mister?” tanyaku dengan polosnya.

“HA-HA-HA.” tawanya menggelegar. “You’re so funny, Diana. Jadi, saya datang ke sini untuk memberi tahu bahwa kamu adalah wanita yang Prince Harry cari selama ini. Saya ke sini untuk menjemputmu dan di bulan September nanti akan kita laksanakan Royal Wedding untukmu dan Prince Harry di Westminster Abbey.”

WHAATTT? Aku mencoba menoleh ke arah Mama dan Papa yang sedari tadi menyimak percakapanku dari ruang keluarga. No response. Rather than surprised, they are both look happy.
“Ah yang bener aja Mister. Gak salah orang?“

Of course no, my Diana. You are the right person for Prince Harry."

I think I have some kind of déjà vu right now.

Kemudian Mister Potato melanjutkan, “Kamu tahu kenapa sampai sekarang Prince Harry belum married juga? That’s because he’s waiting for you, Diana Anastasia! See? Inilah kekuatan ajaib dari cinta! Karena cinta itu gak pernah bohong, Diana!” ujarnya berapi-api

Pipiku mulai merona merah. Prince Harry is waiting for me?  Masa sih?

Lalu kuisengi saja Mister Potato dengan kalimat ini : “Me… After all this time?”

Wow. Dramatis kedengarannya.

“Always.“ tegas si Mister Potato. Rupanya dia punya sense of humor yang bagus juga.

Fyi, aku baru saja mengulang 1 baris kalimat dalam novel Harry Potter ketujuh karangan JK Rowling saat Profesor Dumbledore bertanya kepada Snape apakah selama ini Lily Potter yang dicintainya.

Masih belum hilang rasa penasaran dan ketidakpercayaanku. Mister Potato melanjutkan: “So, Diana, siapkan koper dan barang-barangmu ya, kita fly to London this afternoon!”

Aku masih diam terpaku. Still can’t believe it. My dream has finally come true! Papa dan Mama cuma bisa senyam-senyum. Rupanya mereka kegirangan. Ya iya juga sih, siapa pula yang gak bakal heboh kalau anak perempuan mereka satu-satunya ternyata adalah the only one soulmate for Prince Harry! Pangeran Inggris loh bok. Penerus tahta Kerajaan Inggris!

***
I feel surreal. Siapa sangka ternyata jodohku adalah seorang pangeran Inggris! Selidik punya selidik, saat umurku 4 tahun, aku pernah diboyong ke Buckingham Palace untuk bertemu dengan Prince Harry karena ternyata Mama adalah salah satu teman satu geng Lady Diana sewaktu masih kuliah dulu! Aku cuma bisa menganga. Mama, temennya seorang Lady Diana?! Kenapa selama ini gak pernah cerita sik Ma? *unyel-unyel Mama*

Satu hal lagi yang juga jadi masalah, kenapa aku di umur 4 tahun itu sama sekali gak inget pernah ketemu sama Prince Harry?! That’s the power of love. Betapa ajaibnya cinta, sehingga bisa menyatukanku dengan Prince Harry dengan cara yang gak pernah kuduga! Plus, God always works in a mysterious way ;)

Sekarang akupun percaya: Kalau jodoh, emang gak akan ke mana.

Can I tell you something even crazier? I’m gonna move to London! Prince Harry and Buckingham …. I’m coming!

***

Prince Harry and Buckingham.... wait for me!

Tulisan ini disertakan dalam kompetisi blog "Ngemil Eksis Pergi Ke Inggris" oleh Mister Potato

Friday, May 02, 2014

Get Ready to Surprise Yourself

Halo, peeps! H-11 menuju final exam. Dan gue masih sibuk, as always. Belum bisa fokus sama preparation examnya :( Banyak banget yang mesti dikerjain : paper, organizational things, rapat2, etc. Ini sebenernya lagi sibuk ngetik paper yang mesti 10 halaman huhu. Tapi biasalah gue kerjaannya browsing sana-sini mulu sambil nugas. Dan gue nemu tweet ini dari timelinenya @yeahmahasiswa :

"Kalo belum ada kesempatan ngejalanin apa yang dipengen, jalanin aja dulu yang ada. Siapa tau jalannya emang harus memutar."

WIH. DALEM BANGET GAK SIH, GUYS. Kenapa adminnya @yeahmahasiswa bisa se-wise ini :") Buat gue pribadi sih ini 'nyesss' dan memotivasi banget. Biasalah, di tahun kedua kuliah ini gue mulai jenuh dengan rutinitas kuliah yang begitu-begitu aja. Bener emang, di semester 4-5 begini lagi capekkk banget kuliah. Gue lagi galau masa depan bro. Takut banget gak dapet kerjaan di perusahaan yang oke nanti *amit-amit*. Gue pengen nyoba sesuatu yang challenging lah, yang menantang dan tentunya bisa mengasah soft skills gue. Apalah arti GPA tinggi2 kalo ujung2nya susah nyari kerja, ye gak? :(( This is my goddamn biggest fear.


Monday, April 28, 2014

Explore. Dream. Discover

Reblog from : http://bagusberlian.com/9-hal-yang-harusnya-mulai-dilakukan-di-usia-20-tahunan/

Usia 20 tahunan memang masa paling monumental dalam kehidupan kita. Seperti yang sebelumnya telah kita bahas dalam “7 Kesalahan yang Harusnya Tidak Dilakukan di Usia 20 Tahunan” dan “Menemukan Sejatinya Diri Kita di Usia 20 Tahunan”. Kali ini kita akan membahas apa saja yang mungkin bisa kita mulai untuk membuat Usia 20 tahunan kita sebagai masa yang monumental dan berpengaruh positif pada masa depan kita jauh kedepan.

1. Mulai Berdiri dengan Kaki Sendiri

Usia 20 tahunan adalah masa transisi yang cukup berat dalam zona kehidupan kita. Perpindahan masa dari era sekolahan ke dalam era karir menuntut kita untuk cepat beradaptasi dengan berbagai hal baru, salah satunya adalah kemandirian. Sudah bukan jamannya lagi bagi kita untuk terus-menerus meminta uang jajan dari orang tua. Berusahalah untuk hidup secara mandiri. Mulailah bekerja untuk membiasakan diri anda hidup dengan tidak bergantung pada orang lain. Meskipun penghasilan mungkin belum seberapa, toh itu adalah hasil kerja keras kita sendiri.

“Real man use three pedals??? No! Real Man pakai mobil yang dia beli dengan keringatnya sendiri.” – Bagus Berlian


Monday, April 21, 2014

Trailer - Stand By Me, Doraemon




Nonton trailernya aja udah bikin banjir air mata :) Doraemonnn :")

Real Life Domyouji

Udah pada tau dong ya Domyouji itu siapa. Yang gue bahas ini Domyouji di Hana Yori Dango - kalo belom nonton berarti kebangetan xD Jadi gak perlu lagi gue jelasin panjang lebar di sini. Yang jelas Domyouji itu... extremely rich (itu gue yakin 7 turunan pun gak bakal habis hartanya), terus karakternya : suka marah2 gak jelas, judes, jutek, violent and ill-tempered tapi kalo udah ketemu cewek yang dia suka setia banget duh :")


Yah, jadi semester ini punya temen baru gara-gara terdampar di satu kelas antah-berantah tanpa temen seangkatan. Untung ketemu dia yang seangkatan. Gue dan dia gak deket-deket amat. Just a normal friend lah. Bahkan komunikasi kalau seperlunya aja. Kalau ada tugas saja, I mean. Well, thank to tugas-tugas yang bisa membuat komunikasi ini terjadi xD

Gue awalnya gak tau backgroundnya dia, karakternya dia gimana, tapi makin ke sini makin keliatan kalo ada beberapa sifatnya yang menyerupai Domyouji. Iya. Terutama yang kalo ngomong suka seenak jidat dan extremely rich ini :") Can't ever believe a man like him ever exists!

Here's the convo :
Gue (G), Dia (D)

G : "....Padahal sendirinya juga pinter udah kerjain duluan."
D : "Hahaha. Gue kan kerja juga harus nyicil tugas yang numpuk kayak sampah nih haha."
G : "Kok keren :') Kerja di mana?"
D : "Kerja di perusahaan nyokap. Gantiin gitu."

Gue pikir dia itu keren gitu ya udah kerja sambil kuliah, which gue pikir dia kerjanya di mana gitu.. Eh ternyata perusahaan nyokapnya. Anjir. Gila. Macam Domyouji, pewaris Domyouji Zaibatsu

Another convo with him:

G : "Emangnya lu kemana sih ampe buku setebel gitu dibawa-bawa?"
D : "Ke Belanda coy. Ini gue lagi ngerjain di pesawat. Rajin kan gue *ROTFL*"

Gue speechless. Gilaak. 3 days of Easter holidays and he went to Netherland. He said "ke Belanda" so casually. As if he goes there like everydayyy MY GOD DOMYOUJI bangettt xD *padahal dalam hati iri setengah mati sama dia* Gue mau jalan-jalan ke luar kota Jakarta aja setengah mampus kerja keras nabungnya hehe :D Gue sama dia itu udah kayak langit sama bumi lah. Jauh banget :") Gak selevel kita.

Terus... ketika gue post tentang ini di Twitter, temen gue mention: "Ya siapa tau kamu mau jadi Tsukushi-nya." YA KELEUS. KAGAK BRO. KAGAK. Gue belum bisa menemukan hal spesial dari dia yang membuat gue mau dan harus jadi Tsukushi-nya dia (YA KECUALI KALO DIA ITU MATSUJUN, SIAPA YANG GAK MAU SIH? xD). Wait. Geli banget : "Tsukushi-nya dia" HAHAHA *stress banget ini sih gue*

Dari seluruh postingan ini gue keliatannya agak "materialistis" ya. HAHAHAHA. IYA. Gak munafik sih, dari dulu punya cita-cita pengen punya life partner yang istilahnya "lebih" lah secara materi. Punya cita-cita tinggi boleh dong ya *walau kelihatannya agak gak mungkin diraih* Jujur deh, mana bisa "hidup dengan cinta"? x)) bullshit banget yang bisa ngomong kayak gitu. Gue butuh life partner yang mapan bro, yang bisa menafkahi gue dan anak-anak gue nanti di masa depan baik dari segi materi maupun dari segi afeksi alias kasih sayang *cieeee* Ya intinya sekarang harus belajar memantaskan dirilah buat dapat life partner yang oke luar-dalam :)) AMIN saudara-saudara? Aminnnnn... *ngikik dalam hati waktu ngetik ini*

Udahan dulu ah post super gak penting ini -____- Maklumin aja deh ya, lagi stress banyak pikiran, jadinya cuma bisa mengkhayal aneh-aneh kayak gini. :))

Sunday, April 06, 2014

Definitely Needs Some Refreshment

I mean this blog. This blog. Really. Needs. Some. Refreshment.
Gue pikir blog ini kurang banget yang namanya foto :( Bukannya gak mau foto, tapi resolusi kamera kurang mendukung, jadinya ya males gitu kan hasilnya selalu - gak pernah never - jelek dan gak menarik (alasan aja in mah - HAHA >> kode juga ini sih : butuh hp baru, jujur saja). Beneran... lagi butuh android yang beneran dikit, yang kalo foto bagus, yang bisa cek e-mail setiap hari, yang bisa edit2 Ms. Word, notes, dll dengan mudah... Tapi lagi bokek. Alasan yang terlalu klise....

Anyway, lagi gak tau nih mau nge-blog apa. Sebenarnya banyak banget nih di pikiran yang mau ditumpahkan. Tapi karena terlalu banyak, sampai lupa mana yang mau ditulis duluan (lagi-lagi alasan). Jadi ya, sepertinya gue sudahi dulu deh postingan hari ini.

See ya!

[REBLOG POST] Mengapa Anak yang Pintar di Sekolah Bisa Alami Kesulitan Ekonomi?

The following post are not mine.
Credits to Rhenald Kasali @rhenaldkasali
Taken from : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/04/03/0652365/Mengapa.Anak.yang.Pintar.di.Sekolah.Bisa.Alami.Kesulitan.Ekonomi.

Mengapa Anak yang Pintar di Sekolah Bisa Alami Kesulitan Ekonomi?

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.
Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.  Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan. 

Hadiah orangtua

Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, "Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan".

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan "membuka pintu", jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.
Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya. Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka. 

Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: "Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?"
Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.

Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk "bengal". Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang "selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan".
Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya. Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar.
Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung orang dewasa

Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar denganunfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif. Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU.

Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui. Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.

Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu "bodoh", tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya. Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka.  Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi. 

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.

Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan. Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan. Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja: orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu. Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan.

*******

Silakan dicerna dan direnungkan sendiri. Ini merupakan catatan penting bagi kita semua. Kalau menurut pandangan saya, intinya sih : jangan pernah takut untuk hidup susah, mengalami kesulitan, kegagalan, dll. karena justru dari kesulitan-kesulitan yang ada itulah kita belajar dan ditempa menjadi pribadi yang lebih tangguh dan lebih mampu mengatasi setiap persoalan yang ada. Pesan untuk para orang tua juga (or soon-to-be parents) : jangan terlalu memanjakan anak! Contoh simplenya sih jangan terlalu mudah ketika anaknya minta gadget atau apalah langsung dibeliin, tapi baiknya sih minta anak kita untuk kerja keras dulu, contoh : meminta anak untuk menabung atau sebagai reward/hasil kalau hasil rapor anak itu bagus. ;) Biarkan anak itu berproses, jatuh-bangun sendiri, dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Anyway, dari post ini saya jadi tertarik : traveling sendirian B) tahun depan sepertinya boleh dicoba nih ^^

Saturday, March 29, 2014

Worrying Doesn't Solve Tomorrow, It Ruins Today

"Sometimes we become the slave of our own feelings and the enemy of our logic." - Ika Natassa

Bener gak sih quotes di atas? Kadang-kadang kita suka ketakutan/khawatir duluan ketika akan melakukan suatu hal. Padahal nyoba aja belum. Dan well, itu pun SERING banget terjadi sama gue. "Gue takut kalo nanti jadinya begini, gimana? Kalo nanti jadi gitu, gimana?" Dan segudang kecemasan lain yang sebenarnya bahkan cuma ada di dalam pikiran kita.

REMEMBER, LIFE IS A RISK, BRO. Kadang kita harus berani ambil resiko untuk nyobain hal-hal baru. Yap, apapun pilihan kita itu semuanya punya resiko. Apapun itu. Ya simpelnya aja, kadang kita beli buah misalnya jeruk di pasar, kan belum tentu semua isi jeruk itu bagus, kan?

Ingat juga prinsip investasi : "HIGH RISK, HIGH RETURN." B)) Kalo berani ambil resiko yang gede, ya hasilnya bisa aja bagus banget kan? Kalo gak berani ambil resiko? Ya gak dapet apa-apa toh? :))

Intinya sih, lebih berani untuk coba sesuatu! Meskipun kita gak tahu nanti hasil akhirnya bakal kayak gimana. Walaupun akhirnya gagal, kan yang penting udah nyoba. Mendingan nyesel karena pernah nyoba, daripa nyesel karena gak pernah nyoba sama sekali, ya gak? ;)

"Remember, today is the tomorrow you worried about yesterday."

"So have a little faith. life will never always work in our favor, but if we put our heart and mind into it, we’ll deserve the best." - Ika Natassa

Jadi... have a little faith! Kalo kita udah usaha yang terbaik dan berjuang semaksimal mungkin, pasti hasilnya juga baik kok :) And don't forget, pray and leave it to God!

Oke deh sekian dulu postingan motivasi sotoy dari gue :D

Saturday, February 08, 2014

2014 - KEEP MOVING FORWARD

Di awal-awal tahun 2014 ini, gue merasa ada cukup banyak yang hal yang sudah gue lakukan untuk mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya. Gue coba lamar volunteer, internship, dan magang sana-sini. Dan well, beberapa akhirnya keterima :")

Pertama, gue memutuskan untuk jadi asisten lab di mana gue mengajarkan praktek Ms. Office ke mahasiswa baru di kampus gue. Motifnya sih pengen meningkatkan kemampuan public speaking. Well, it wasn't easy as first. Untuk seseorang yang pemalu kayak gue, tiba-tiba harus belajar ngomong di depan banyak orang. Cukup menantang. Tapi untungnya mahasiswa barunya cukup respect ke gue dan yang terpenting adalah gue gak dicuekin waktu ngajar di depan kelas :") And I'm start to think that teaching is actually fun. Gue jadi taunya gimana rasanya dosen atau guru yang ketika lagi capek cuap-cuap di depan kelas, ternyata dicuekin murid-muridnya. Selain itu juga gue mulai sedikit2 bisa mengatur waktu antara mata kuliah yang harus gue pelajarin sendiri sama bahan/materi yang harus gue ajarkan. Terus satu lagi yang gue seneng jadi asisten lab adalah karena kita kerja bareng2 aslab lainnya dalam satu tim. Yah, memang sih gaji dari asisten lab ini gak seberapa, tapi gue memang lebih mengutamakan dapet pengalamannya aja sih. Urusan gaji dll. mah belakangan deh pokoknya :)

Kedua, gue iseng-iseng nyoba daftar di LitBox Apprenticeship 2014 milik Kak Ika Natassa. Buat yang gak tau siapa itu Kak Ika, doi ini penulis novel Antologi Rasa yang fenomenal itu. Jadi, LitBox Apprenticeship ini adalah program-magang-yang-bahkan-gak-perlu-ke-kantor untuk bisnis start-up literaturnya Kak Ika. Mimpi gue sih, sebenernya gak pengen kerja sama orang, tapi pengen bikin bisnis sendiri. Tapi ya gue pikir harus dapet insight dulu lah dari orang yang udah terjun ke bisnis duluan, jadi gue ada bekal untuk bikin bisnis sendiri di kemudian hari. Puji Tuhan, setelah melalui 2 tahap seleksi, gue keterima jadi salah satu apprentice di program ini :")

Ketiga, gue juga daftar untuk jadi buzzer volunteer di Festival Bakat 2014. Dan yang satu ini keterima jugaak :) Jadi tugasnya buzzer ini adalah menyebarkan informasi mengenai acara tsb via Twitter. Nah, karena jadi volunteer ini, kadang gue kultwit di timeline Twitter gue. Akibatnya, gue jadi ikutanlah baca-baca artikel tentang pengembangan bakat anak, dsb - pokoknya tentang dunia anaknya. And guess what? Somehow gue jadi tertarik dan concern dengan dunia anak-anak.

Nah, untuk hal pertama dan kedua tadi... Gue bener-bener merasakan keajaiban dari quote Paulo Coelho yang terkenal ini : "When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it." - The Alchemist. Ketika kamu pengen sesuatu, seisi jagat raya berkonspirasi membantumu dalam mencapainya. This word was truly magical for me :") Waktu itu gue bener-bener ngotot, pokoknya gue pengen banget bisa jadi asisten lab dan gue harus keterima program magang LitBox. Dan apa? Gue keterima dua-duanya. Puji Tuhan! Hal ini juga yang bikin gue percaya kalo lo punya kemauan yang kuat, punya mimpi yang besar (walau se-gak mungkin dan se-mustahil apapun mimpi lo), dengan keyakinan yang besar pasti suatu hari akan terwujud. And it happens to me :)

Tahun ini gue jalan 21 tahun, harus semakin mulai melangkah meninggalkan comfort zone gue. Mulai bergerak dan harus berusaha melakukan sesuatu untuk mencapai mimpi-mimpi gue. Dan gak lupa harus makin pinter bagi waktu antara kegiatan akademis dan non-akademis supaya seimbang :)

Berharap dapat banyak pelajaran dan pengalaman di tahun 2014 ini!

Tuesday, January 07, 2014

First Post in 2014

Another year has ended.  

Personally, 2013 had not been my best year. I would definitely need a time machine to reverse some decisions that I have done. But looking back, I had no regret for what have already happened in 2013. 2013 had so many ups and downs. I got so many lessons and experiences to be learned. 

Looking back in 2013…

I have finally done my short-term, 2nd term and 3rd term in the university. So far I have completed 72 out of 147 credits to be completed to get my degree. Well, it’s still a half-way to get there ;) Hopefully I could get my degree in late 2015 or early 2016 *praying hard*

3rd semester had been the biggest challenge in my university life. I joined two committees where I arranged two big events for my organization. It was confusing at first; because there were a lot of things to do – making poster, capturing the events, making video, making proposal and letters – but I finally managed it. It was something I rarely done in high school – since I didn’t join any organization when I was in high school.  

Not only committees matter, 2013 gave me a lot of experiences concerning my major. I tried the Battle Royal Accounting – an annual internal accounting competition – with 2 of my friends. We didn’t make it to the further preliminary round - of course - because from the very first, we were not expecting to win, so we didn’t prepare it well or more exactly we didn’t prepare AT ALL x) But the most exciting thing was we got the chance to go to OCBC NISP bank for company visit. In this company visit, we were so lucky that OCBC NISP bank has prepared a one day workshop titled “Smart Investment Planning”.  For me personally, this workshop was very valuable and it has encouraged me a lot to buy some investment products called “Reksa Dana”. It is very easy nowadays to open a bank account for this Reksa Dana. Up till now, I still manage my time to go to the nearest branch office of OCBC NISP to open my own account. In OCBC NISP bank, we also had a banking tour. We went to the treasury room – where stocks and obligations were sold & bought – something which was very new for me, private banking room, operational room – where the teller serves the customer, and also we had a very nice lunch and snacks  We were served so nicely here. At the end of the workshop, each one of us got a certificate directly from OCBC NISP bank. What a superb experience!

Aside from OCBC NISP, I also went to Deloitte for the next company visit. Deloitte is one of the Big-Four public accountant companies. Here, we were introduced to the career path in auditing field – from associate, the lowest to the highest position: partner. We were also informed about the recruitment process, Deloitte development program, experiences (pluses/minuses) in being an auditor, etc. Because the company visit to Deloitte was done in a very short time, it was more like a campaign “why you should enter Deloitte” for me LOL – since the HR of Deloitte told us that the rate of the student of our university who apply for Deloitte is declining. Even though it was done in a short time, it has broadened my mind that I have so many chances and opportunities to develop my own career.

Current career path: to be an auditor or a private banker. So far, I choose to be the last one. Working in a bank makes me doubt, at first. My thought was like, “What’s so good being a banker?” Being a banker is actually very good, financially. You can also develop yourself through the company various development program. For example in OCBC NISP, you can join MDP (Management Development Program); a career development program. What’s the privilege then? You are studying instead of working and then you get paycheck every month! Plus, if you graduate with outstanding scores from MDP, you are also hired to be the manager – a position which you can normally reach after 4-5 years of working; but with MDP program, you can be a manager in just 1-2 years! – DISCLAIMER : I’m not a buzzer for OCBC NISP, I’m just telling my experience, anyway ;)

To conclude, to be a banker is the best choice, at least for me, NOW – before I change my mind – 

In December 2013, somehow I feel like I become a sudden-movie-junkie. After the final exam ended, I rush myself to get The Hobbit 2 : Desolation of Smaug movie ticket. I finally had time for myself by watching a movie. Alone. For the first time in my life. This also happened when I watched Frozen.  In December, I thought I have watched 4 different movies in theatre – which was very rare for me. They are : The Hobbit 2, Frozen, Tenggelamnya Kapal van Der Wijk, and Edensor. I want to write the review of The Hobbit 2 and Frozen, but I still got no words to describe them. They are too amazing to be written in words.

2013 resolutions that have not been accomplished…

MotoGP! I failed to catch them last year because of that goddamn-mid-term-exams-schedule of my campus. If only my mid-term exam finished two days earlier, I could fly to Sepang to meet my favorite riders! But that’s okay… Remember, everything will be beautiful in its own time  I was really happy knowing that Marc Marquez finally becomes the youngest rider of all time to be MotoGP World Champion. I thought it would be that bastard, Jorge Lorenzo; but my baby alien managed it well :’) 

Overall…

I feel so blessed throughout 2013. God is kind for me. I really feel his blessings and guidance in my life.  Thank to you God. In 2013, I also turned 20. Twenty. I should be far more mature and responsible than before, but I still have that childish side on me. Hopefully, I could learn to be a more mature and more grown-up in 2014
.
2014

2014 gives me another new hope, new challenge and lots of lesson to be learned. I have a new part-time job in my campus as the assistant lecturer for Introduction to Information Systems. I join the Catholic community organization. I take full credits for this 4th semester. It means that I have to be more responsible of the choices and decisions that I have made. I hope I can manage my time well.

I also have some resolutions to be done in 2014, they are:
- Bought my first investment
- MotoGP live at Sepang, Malaysia
- Saves my money more intensive
- Start looking for an internship programs
- Trying to be a volunteer in a program
- Improving my English (because in some internship programs, fluency in English is a MUST!)

Note to self:
Accept who you really are and live life to the fullest. 
Never expect anything, just try to do your best.
Don’t worry, be happy!
Don’t be too sensitive, because it kills!
Why worry of other people who even don’t care about a single thing of you?