Sunday, August 03, 2014

Book Review #1 : If I Stay

For the first time, akhirnya saya nge-post review buku yang baru saja selesai saya baca :) Well, sekalian latihan nge-review buku. Oke, buku yang saya baca judulnya If I Stay, karangan Gayle Forman. Buku ini saya dapat dari Blended LitBox. Pilihannya Kak Ika emang gak pernah salah deh! Terbukti bukunya saya baca sampai abis! Fyi, ini buku pertama dalam Bahasa Inggris yang berhasil saya kelarin bacanya! :D Gak tau kenapa, baca If I Stay ini gak bisa berhenti deh. Dulu pernah baca buku Twilight dalam Bahasa Inggris tapi gak selesai karena menurut saya ceritanya bosenin dan vocabnya susah banget euy (padahal If I Stay juga susah sih vocabnya tapi entah kenapa kelar saya baca :D). Setelah baca If I Stay ini jadi bener-bener ketagihan baca buku yang berbahasa Inggris karena bisa ngelatih Bahasa Inggris saya juga :D Okee... langsung aja ya ke review bukunya.


Title          : If I Stay
Author     : Gayle Forman
Page         : 261 pages
Publisher : Speak (Penguin Group), 2010
ISBN       : 978-0-14-241543-6
Price        : I don't know exactly since I bought it from Blended LitBox #5

***


How am I supposed to decide this? How can I possibly stay without Mom and Dad? How can I leave without Teddy? Or Adam? This is too much. I don't even understand how it all works, why I'm here in the state that I'm in or how to get out of it if I wanted to. If I were to say, I want to wake up, would I wake up right now? I already tried snapping my heels to find Teddy and trying to beam myself to Hawaii, and that didn't work. This seems a whole lot more complicated. 
But in spite of that, I believe it's true. I hear the nurse's words again. I am running the show. Everyone is waiting on me. 
I decide. 
I know this now.
An this terrifies me more than anything else that has happened today.


***

Mia Hall, seorang gadis biasa berumur tujuh belas tahun. Mia punya keluarga yang hangat, menyenangkan dan bikin iri deh pokoknya. Mereka adalah Dad, Mom dan adik laki-lakinya Teddy yang baru berusia delapan tahun. Suatu pagi yang bersalju di Oregon, mereka sekeluarga ingin mengunjungi teman ayahnya, Henry dan Willow. Namun sayangnya, mereka tidak pernah berhasil mencapai rumah Henry dan Willow karena di tengah jalan mereka mengalami kecelakaan. 

Di sini penulis menggambarkan Mia mengalami out-of-body experience. Mia terjebak di antara dua dunia. Ia bisa melihat Dad dan Mom meninggal di tempat kejadian, Teddy sedang berusaha diselamatkan dan dirinya tergeletak tak berdaya di ranjang ICU rumah sakit. Koma. Ia bisa melihat hal-hal di sekelilingnya namun dia tidak bisa membuat dirinya "bangun". Dan ketika ia mengetahui bahwa Teddy, adiknya, tidak bisa diselamatkan, Mia merasa ia tak punya lagi alasan untuk memutuskan tetap tinggal.

Di buku ini, setting waktunya hanya dalam 1 hari. Dalam koma-nya itu, Mia berusaha mengenang kejadian-kejadian dalam hidupnya yang membuatnya yakin bahwa ia harus tetap bertahan. Penulis menggambarkannya dalam bentuk flashback dan menuliskan waktu kejadian tersebut dalam bentuk present tense.

***
Dad dulunya seorang drummer band rock. Saat Mom mengumumkan kehamilan adik Mia, Teddy, Dad memutuskan untuk keluar dari band dan beralih profesi menjadi guru. Sementara itu Mom juga seorang fans musik rock dan bisa menjadi begitu liar ketika sedang emosi. Kemudian ada Teddy, adik Mia, yang masih berusia 8 tahun tapi sudah menunjukkan bakatnya sebagai seorang drummer.

Di sini Mia merasa berbeda dengan keluarganya. Di saat semua anggota keluarganya berambut pirang dan bermata cerah, dia sendiri yang berambut dan bermata gelap. Di saat Dad, Mom dan Teddy suka musik rock, hanya Mia yang suka musik klasik dan cello.

Tak lupa ada Kakek dan Nenek Mia - Gramps dan Gran yang sangat akrab dengan Mia. Gran lah yang pertama kali mengusulkan Mia agar mendaftar ke sekolah musik Juilliard. Ketika tiba hari audisi di San Fransisco, Gran tidak bisa mengantar Mia karena keseleo dan terpaksa Gramps yang mengantar Mia, dan mereka mengalami percakapan yang menyenangkan setelah audisi itu selesai.

Kemudian tak lupa sahabat Mia, Kim yang merupakan seorang pure Jewish. Banyak orang mengatakan bahwa mereka berdua kembar, lantaran sama-sama pendiam dan memiliki aura yang "gelap". Kim lebih dewasa daripada Mia karena berhasil menyadarkan Mia bahwa pemain cello tidak selamanya dianggap dorky dan bahwa cello bisa saja berkolaborasi dengan gitar dan drum.

Terakhir, ada Adam, pacar Mia, yang  merupakan seorang gitaris. Dalam koma-nya, Mia sangat ingin bertemu dengan Adam. Adam bahkan sampai membuat keributan di rumah sakit dengan mendatangkan artis Brooke Vega demi agar bisa membuat perawat mengizinkannya masuk ke ruang ICU dan menjenguk Mia.

Selain itu, yang saya sangat suka dari novel ini adalah beberapa petikan quotes yang menurut saya sangat menyentuh.

Contohnya ini :

“It’s okay.... If you want to go. Everyone wants you to stay. I want you to stay more than I’ve ever wanted anything in my life.... But that’s what I want and I could see why it might not be what you want. So I just wanted to tell you that I understand if you go. It’s okay if you have to leave us. It’s okay if you want to stop fighting.” – Gramps

Quotes itu diucapkan oleh Gramps, kakek Mia yang masuk ke ruang ICU lalu membisikkan kata-kata tsb. di telinga Mia, lalu mencium kening Mia dengan lembut. 

Lalu juga kata-kata yang diucapkan sahabat Mia, Kim : "You still have a family."

Terus kenapa sih If I Stay ini wajib dibaca?

Poin pertama, saya cukup suka dengan cara penulis menggunakan POV first person, di mana Mia digambarkan sebagai seorang aku. Walaupun di sini Mia mengalami out-of-body experience, tapi tidak serta merta gaya penulisannya jadi mendadak gaib atau supranatural atau apapunlah yang membuat jalan ceritanya jadi tidak masuk akal. Saya juga suka bagaimana Mia ini memutuskan untuk bertahan yang dituturkan melalui flashback kenangan-kenangan masa lalunya dengan keluarga dan teman-temannya. Terakhir, penulis menulis cerita dengan present tense di mana di dalam buku selalu dicantumkan jam terjadinya peristiwa.


Poin kedua, penggambaran keluarga Mia di buku ini sangat sempurna. Keluarga Mia sangat keren dan ideal bangetlah! Saya jadi pengen punya keluarga seperti keluarganya Mia :3 Di sini terlihat jelas bahwa Mia bisa akrab banget sama Gran and Gramps nya, udah kayak teman sendiri gitu.

Poin ketiga, penulis mengangkat pentingnya pengorbanan dan pilihan. Contohnya, ketika Dad memutuskan untuk meninggalkan band-nya demi anak-anaknya. Menurut Dad, ini bukan pengorbanan, melainkan pilihan. Pengorbanan berarti “giving anything up”, sedangkan saat mengambil pilihan itu, Dad wasn’t giving anything up.


“Sometimes you make choices in life and sometimes choices make you. Does that make any sense?” – Dad 

Poin terakhir, mengenai relationship Mia dan Adam. Saya suka ketika penulis doesn't make this couple go lovey-dovey. Maksudnya adalah penggambaran hubungan dan romantisme mereka tidak berlebihan. Jadi bagi saya Adam ini pacar yang cukup ideal karena kedewasaannya :D

Plus, di bagian akhir cerita ada banyak bonus page gitu seperti discussion page, list lagu-lagu yang muncul di buku dan cuplikan kelanjutan cerita Mia - Adam, yang berjudul Where She Went (di buku ini giliran Adam yang berkisah menggunakan POV first person).

Overall rating 4.5/5 (WORTH READING!)
Kalau udah baca, pasti gak bakal bisa berhenti karena kalian pasti jadi penasaran dengan apa akan yang akan terjadi pada Mia ;)
Fyi, If I Stay ini kabarnya akan diangkat ke layar lebar dan bakal rilis Agustus 2014 ini (correct me if I'm wrong)

2 comments: