Sunday, June 09, 2019

[Melbourne Travel Diary] – Strolling around Melbourne Central Business District - CBD

Postingan sebelumnya di day 1 bisa dibaca di sini ya.

Day 2 in Melbourne: Strolling around CBD

Itinerary hari kedua lumayan padat. Tempat-tempat yang gue kunjungi adalah sebagai berikut:
1. Brunch at Hardware Societe
2. Queen Victoria Market
3. State Library of Victoria
4. Princess Theater
5. Royal Arcade
6. Royal Exhibition Building
7. Carlton Gardens
8. Hosier Lane Street Art
9. Flinders Street Station
10. Federation Square
11. St. Paul Cathedral
12. Yarra River

Agenda hari ini full mengunjungi daerah Central Business District alias CBD Melbourne. Bangun pagi tiba-tiba menggigil kedinginan karena ternyata di luar suhunya 13 derajat. Walaupun kedinginan tapi gue merasa excited banget karena belum pernah ngerasain cuaca dingin kayak begini. Jam 10 pagi kita berangkat dari South Yarra. Oh ya, di area CBD ada yang namanya Free Tram Zone. Yes, FREE. Gratis selama kita berangkat dari area yang Free Tram Zone juga. In my case, karena kita berangkat dari South Yarra, tentunya gak gratis dan tetap kena charge 4,4 AUD. Nah, beberapa landmark yang ada di area Free Tram Zone ini antara lain adalah: State Library of Victoria, Queen Victoria Market, Flinders Street, Federation Square, St. Paul Cathedral. Cocok banget kan sama itinerary gue hari ini. Untuk lebih detilnya bisa klik di link ini >> https://www.ptv.vic.gov.au/assets/PDFs/Maps/Network-maps/5b4a3efe80/PTV-Free-Tram-Zone-Map.pdf

So, let's go exploring CBD Melbourne!


Saturday, June 08, 2019

[Melbourne Travel Diary] - The Big M: Itinerary Melbourne 8 Days 7 Night

Hi, peeps! I’m finally back to write on this space. This time I would like to tell you a story from my very recent trip: Melbourne - Australia! Never thought that I was actually be able to visit the most-liveable city in the world. 

Berawal dari November 2018, waktu itu lagi ada Garuda Online Travel Fair. Kebetulan juga temen SMA gue yang sudah lama tinggal dan juga kerja di sana sempet nawarin buat tinggal di apartemennya dia kalau misalkan gue mau ke Phillip Island untuk nonton MotoGP. Sometimes God works in a very mysterious way, no? Awalnya tuh pengen ke Aussie cuma buat nonton MotoGP aja, eh ternyata yang nonton MotoGP-nya belum kesampean malah dikasih rezeki jadinya bisa seminggu full liburan ke Melbourne :")

Nah, berhubung belakangan ini gue tuh lagi impulsif banget kalau soal traveling dan jalan-jalan, langsung cabutlah kita beli tiket pesawat di akhir November 2018 untuk flight bulan Mei 2019. Bersyukur bisa dapet harga di 6 juta untuk PP Jakarta-Melbourne naik Garuda Indonesia. Lumayan bangetlah. Mungkin kalau mau naik maskapai lain, semisal Scoot bisa dapet harga yang lebih murah lagi – dengan catatan kalau naik Scoot sepertinya harus transit dulu di Singapore. Karena anaknya gak suka ribet dan lama-lama, gue biasanya akan selalu milih yang direct flight, walaupun mungkin lebih mahal. Plus, untuk trip kali ini biaya akomodasi bisa ditekan karena gue akan nginep di apartemen temen gue. I’m forever grateful, Syan! Thanks for letting me stay in your apartment :”)

Berbeda dengan trip gue ke Jepang yang sudah diidam-idamkan bahkan sejak 10 tahun yang lalu, to be honest, Australia never exist in my bucket list for traveling yet it leaves me speechless with its beauty. Melbourne, the city located in the southern part of Australia has an amazing European charm that is combined with warm and friendly people and last but not least: a very beautiful nature. Intinya gue gak ada ekspektasi apapun untuk trip Melbourne kali ini dan akhirnya malah jadi jatuh cinta with the Big M! 

So, here we go! Postingan ini akan terbagi jadi beberapa part yang isinya itinerary gue selama 8 hari 7 malam ke Melbourne. Semoga bisa jadi inspirasi juga buat yang mau jalan-jalan ke Melbourne ;)


Friday, April 05, 2019

Because

It's okay.

Because they don’t know you.
Because you are different.
Because people will always judge.
Because you are emotionally tired.
Because you have nobody to blame, but yourself.
Because you have nobody to lean on, but yourself.

It’s okay.

Saturday, March 23, 2019

Mimpi Itu Bernama MRT Jakarta

Masih teringat dengan jelas bagaimana tujuh tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya bisa menginjakkan kaki di luar negeri, yakni Singapura di tahun 2012 tepatnya. Singapura dengan SMRT-nya yang keren membuat saya saat itu (dan mungkin kita semua warga Jakarta) berangan-angan. Kapan ya Jakarta juga bisa punya MRT? Ah kayaknya gak mungkin deh. Saat mendengar proyek MRT akan berjalan pun jujur saya masih merasa pesimis.

Stasiun Setiabudi Astra

Sunday, May 20, 2018

[Bali Travel Diary] - First Time in 24 Years

I finally got the mood to write on this space phew. So without further ado, here we go: gue abis dari Bali loh! Sumpah ya akhirnya bisa ke Bali juga setelah 24 tahun :') Dengan habit gue belakangan ini yang sungguh-sungguh impulsif, akhirnya sebulan sebelum berangkat, tiket-tiket segala macemnya baru dibeli. Sometimes I asked myself: "Who hurt you sih Ni? Being very very impulsive lately." LOL. Yah engga tau aja sih... belakangan suka ngerasa hampa. Semacam gak punya tujuan hidup. I'm still searching my life's purpose tho... Quarter life crisis is REAL. Traveling selalu menjadi semacam pelarian dan obat yang manjur dari segala macam kegalauan gue.

Om Swastiastu

So... ini dia tempat-tempat yang gue kunjungi selama 4 hari 3 malam di Bali: