Thursday, December 29, 2011

Postcard #2


From CatMom - U.S.A (US  - 1170641)


The postcard depict one of the ship collection in Museu Maritim in Spain

Postcard #1

Hmm.. I think I'm gonna make a new tag for this blog. It's #postcrossing :) Since postcard-collecting has been my new hobby for this past 6 months, I'm gonna blog (all) postcards that I've received for all over the world :)

This is my first postcard. It was come from Netherlands :)


From Ouwe - Netherlands (NL - 684751)

62nd NHK Kouhaku Uta Gassen



NHK revealing the order list for 62nd NHK Kouhaku Uta Gassen. Hope my father wouldn't be so annoying on the day because I hijacked the TV channel to NHK :)) So, here is the performance order (source: official site)

Host: Arashi and Inoue Mao
Official Supporter: AKB48 

**First Half**
1 Hamasaki Ayumi 「progress」 (13)
2 NYC 「100% Yuuki NYC」 (3)
3 Angela Aki 「One Family」 (6)
4 flumpool 「Akashi」(3)
5 AKB48 「Kohaku 2011 AKB48 Special MIX ~Ganbarou Nihon!~」 (4)  
♪  Ashita o Utao~ Kids Special~ :
  *Ashida Mana , Suzuki Fuku 「Maru Maru Mori Mori!」 (New)*
  *Ashida Mana , Suzuki Fuku, Disney Friends, Kids from Tohoku 「Disney Special Medley」 ♪
6 FUNKY MONKEY BABYS 「Soredemo Shinjiteru」 (3)
7 Nishino Kana 「Tatoe Donna ni」 (2)
8 AAA 「CALL」 (2)
9 Kawanaka Miyuki 「Nirinso」 (24)
10 Hirai Ken 「Itoshiki Hibi yo」 (7)
11 Fuji Ayako 「Ayako no Okuni Jiman dayo ~Ganbarona Tohoku!! Kohaku Special~」 (17)
12 Hosokawa Takashi 「Nebuta」 (35)
13 Mizuki Nana 「POP MASTER」 (3)
14 Porno Graffitti 「One More Time」 (10)
15 Inawashirokos 「I love you & I need you Fukushima」 (New)
16 Godai Natsuko 「Kinmokusei」 (18)
17 L’Arc~en~Ciel 「CHASE」 (5)
18 Mizumori Kaori 「Shounai Heiya Kazeno Naka」 (9)
19 Mori Shinichi 「Minato Machi Blues」 (44)
20 Shiina Ringo 「Carnation – Akagumi nara Dare Demo」 (New)
 ♪  Ashita o Utao Special ~Happy Birthday 3.11~ :
     *Natsukawa Rimi(6), Akikawa Masafumi (4) 「Asu to Iu Hi ga」* ♪

**Second Half** 
21 KARA 「KARA 2011 Special Medley」 (New)
22 Tokunaga Hideaki 「Jidai」 (6)
23 Perfume 「Laser Beam」 (4)
24 TOKIO 「Miageta Ryusei」 (18)
25 Shoujo Jidai 「GENIE」 (New)
26 Gou Hiromi 「Go Smile Japan」 (24)
27 aiko 「Koi no Superball」 (10)
28 Yuzu 「Hey Wa」 (4)
29 Koda Kumi 「Ai wo Tomenaide」 (7)
30 Tohoshinki 「Why?(Keep Your Head Down)」 (3)
♪     Ashita o Utao ~Nippon no Arashi 「Furusato」:
       *Arashi, Tohoku victims 「Furusato」 ♪

31 Hirahara Ayaka 「Ohisama ~Taisetsu na Anata e」 (8)
32 Sen Masao 「Kita Guni no Haru」 (16)
♪     Ashita o Utao~ Sekai kara Messeji:
       *Hasebe Makoto, Jackie Chen, Lady Gaga ♪

33 Kobayashi Sachiko 「Onna no Sakaba」 (33)
34 Nishida Toshiyuki 「Ano Machi ni Umarete」(4)
35 ayaka 「Minna Sora no Shita」 (5)
36 Nagabuchi Tsuyoshi 「Hitotsu」 (3)
37 Wada Akiko 「Ano Kane wo Narasu no wa Anata」 (35)
38 Arashi 「2011 Kohaku Special Medley」 (3)
39 Ikimonogakari 「Aruite Ikou」 (4)
40 Itsuki Hiroshi 「Furusato」 (41)
41 Matsuda Seiko (16), Kanda Sayaka (New) 「Ue wo Muite Arukou」
42 Hikawa Kiyoshi 「Jounetsu no Mariachi」 (12)
43 Sakamoto Fuyumi 「Yozakura Oshichi」 (23)
44 Fukuyama Masaharu 「Kazoku ni Narou yo」 (4)
45 Matsutouya Yumi 「(Minna no) Haru yo, Koi」 (2)
46 EXILE 「Rising Sun」 (7)
47 Tendou Yoshimi 「Ai Sansan」 (16)
48 Kitajima Saburou 「Kaerokana」 (48)
49 Ishikawa Sayuri 「Tsugaru Kaikyo Fuyugeshiki」 (34)
50 SMAP 「SMAP AID Kohaku SP」 (19) 

conclusion : I'M TOO EXCITED FOR KOUHAKU~~ *tensionhigh*


What surprises me is that Inoue Mao will be the MC and Arashi being the MC for the second time, consecutively. *HanaDan couple ruled :D* More importantly, I don't understand why there is Korean artist on Kouhaku since this is "JAPAN MUSIC BATTLE" *no-offense please*. I also looking forward for Ashida Mana & Suzuki Fuku. They are too cute to resist xD

And the one thing I wait for this year's Kouhaku is : Sakurai Sho will play piano on Furusato. OMG! Sho-kun's promise has come true to return to piano^^ Can't wait for him to play the piano again~ It's so ADORABLE yet amazing. 


pic originally from weibo


Remember this, who killed many people???  
(source : nade-gata@ LJ, littlequeenrhapsody.blogspot.com )

Sho + Piano on Kouhaku
Oh God, why the world is so BEAUTIFUL? :')) 

Wednesday, December 21, 2011

Awkward Moment #1

That awkward moment...

When your friends talked about some particular holiday plans IN FRONT YOU, but they DIDN'T INCLUDE YOU.

@eugeniasepthariani

Out of Expectation

Today I got my report card. It was all out of my expectations, though. I was kinda shocked this morning, looking on the scores. It was way betterrrr than what I've already expected before. Like for Biology, I got 88 O.O I think it would be lower than 85. As for Math and Physics I got 91 *OMG I bet something went wrong here LOL untuk pertama kalinya Mat gua nyampe 9* Overall the average is about 91,23 *the highest score ever in my history and I'm not trying to boast here, ftw* Thanks God for that :'))

Intinya, gua cukup puas dengan hasil rapot kali ini. Terbukti, semester ini gua ngejalanin ulangan dan tugas-tugas dengan santai tanpa beban kayak di pantai dan gak perlu nangis-nangis mewek gara2 nilai gak nyampe 90 atau gak straight 100 *wtf banget sama orang kayak gini~* dan hasilnya ternyata memuaskan. Banget. Yang aneh dari gua adalah, justru ketika gua berjuang mati-matian buat suatu ulangan, hasilnya malah gak maksimal. Sebaliknya, kalau gua santai2 aja nyiapinnya, hasilnya malah oke *aneh ya gua*

Cuma kesian aja sama temen gua yang *ini sumpah gua ngeliat dia nangis kejer beneran sampe heboh di kelas* abis dapet ulangan, terus ngeliat nilainya jelek dan HARUS REMED, langsung nangis, mewek di tempat. Lebay bener sih lo! Gak cuma itu temen gua yang satu ini juga nangis waktu tau dia gak bisa ngerjain 1 dari 4 soal yang dikasih. Wtf~ Cuman 1 nomor men yang salah gak akan membuat lo remed hah??!! Konyol bener kan kalau tiap ulangan, terus lo ga bisa (ga bisa di sini artinya bukan gagal total, melainkan CUMAN SALAH SATU yang membuat lo gagal dapet straight 100), lo nangis, marah, ngedumel sepanjang hari. Oh God, come on, hidup lo kan gak cuman buat nilai doang. Nilai cuman angka gitu. Kesian bener emang sama orang-orang yang perfeksionisnya kayak gini. Lo tuh nyusahin hidup lo sendiri tau gak, woy, orang-orang perfeksionis!

OK.. Let's end that "perfectionist" topic... Cape ngomonginnya, di Sanur banyak sekali kasus seperti itu...

I also have finished MY PAPER :) That 41 pages for chapter 3 and 4 pages for chapter 4 was finished :D I don't care about the revision, all I have to do is collect it to my teacher and hard work really paid-off xD

Well, yeah... Like last year's Christmas, I'm not gonna go anywhere. I'm gonna stay at home, watching a lot of dramas :)) And probably I'm gonna study for the preparation of the upcoming National Exam :D

Sunday, December 18, 2011

Keberagaman yang Dibingkai Kebhinekaan

Berikut adalah tulisan saya dan kawan saya, Felicia Janice Irfan mengenai seminar bertajuk "Pancasila dan Pluralisme" yang diselenggarakan di sekolah saya, SMA Santa Ursula Jakarta, 13 Desember 2011 lalu.

******

Apa yang terlintas di pikiran Anda setelah mendengar kata “pluralisme”? Kemajemukan? Keanekaragaman? Ya, semua benar. Secara spesifik, pluralisme adalah sebuah kondisi di mana kelompok minoritas secara penuh ikut berpartisipasi dalam hidup bermasyarakat dan bernegara bersama dengan kelompok mayoritas, masyarakat dimana perbedaan-perbedaan keyakinan dan budaya dihargai.

Kita hidup di tengah masyarakat Indonesia yang plural. Kita beruntung punya prinsip pluralitas yang dibingkai dalam "Bhinneka Tunggal Ika". Pluralisme di negeri kita ini punya basis historis, filosofis, dan sosiologis. Indonesia adalah negara yang mempunyai tingkat pluralitas yang sangat tinggi yang ditandai dengan keanekaragaman agama, yang berpotensi menimbulkan konflik. Dewasa ini, seringkali kita melihat banyak kasus diskriminasi terhadap etnis tertentu dan juga kasus-kasus yang sama sekali tidak menunjukkan adanya toleransi akan kemajemukan bangsa Indonesia, misalnya peristiwa pembakaran Gereja di Temanggung, kasus GKI Yasmin di Bogor, dan lain-lain.

Bertolak dari kenyataan akan kurangnya penghargaan terhadap keberagaman inilah, pada hari Selasa, 13 Desember 2011, diadakan seminar bertajuk “Pancasila dan Pluralisme“. Seminar yang diselenggarakan oleh kelas XI dan XII IPS SMA Santa Ursula ini mengundang tiga orang narasumber yang Adapun ketiga narasumber tersebut adalah Bapak Basuki “Ahok” Tjahja Purnama, Bapak Zuhairi Misrawi dan Maria Restu Hapsari. Seminar dipandu secara apik dan komunikatif oleh Rosiana Silalahi, presenter kondang yang juga merupakan alumni SMA Santa Ursula. Secara umum, seminar yang juga mengundang beberapa SMA lain di Jakarta ini berjalan lancar, walaupun acara dimulai sedikit terlambat dari jadwal.

Seminar diawali oleh materi dari Bapak Basuki “Ahok” Tjahja Purnama, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI. Jika selama ini warga Tionghoa memilih wirausaha sebagai jalan hidupnya dan seolah “alergi” dan tidak mau ikut campur dalam dunia politik, sejak reformasi, tak jarang politisi muda Tionghoa menunjukkan kemampuannya. Salah satunya adalah Pak Ahok ini, yang sukses menduduki jabatan sebagai bupati Tionghoa pertama di Kabupaten Belitung Timur yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Pada Pemilu 2004 Pak Ahok mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Tidak berhenti disitu, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Belitung Timur tahun 2005, perolehan suara 37.13 % mengantarkan Pak Ahok menjadi Bupati Belitung Timur definitive pertama saat itu.

Dalam seminar ini, beliau mengemukakan mengenai 4 pilar dalam bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Menurut Pak Ahok, Generasi muda harus percaya bahwa 4 pilar bukanlah wacana dan mereka juga harus mengerti bahwa 4 pilar layak diperjuangkan. Generasi muda harus mampu terjun langsung ke masyarakat. Apabila kita meyakini dan mau memperjuangkan 4 pilar tersebut, maka kita dapat mendirikan sebuah “rumah” yang utuh di atas tanah Indonesia ini.

Presiden Amerika ke-16 Abraham Lincoln pernah mengatakan bahwa apabila kita ingin mengetahui karakter sejati seseorang, beri dia kekuasaan. Kata-kata inilah yang membuat Pak Ahok senantiasa memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kekuasaannya yang didapatkannya. Selama 7 bulan menjabat sebagai anggota DPRD, Pak Ahok banyak melakukan terobosan, Antara lain ia membebaskan biaya pendidikan dan biaya kesehatan bagi warganya. Beliau juga menjadikan Belitung Timur sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mempunyai jaminan kesehatan bagi masyarakat sebagai hasil kerjasama pemerintah daerah yang dipimpin Pak Ahok dengan PT Askes. Bahkan ia memotong anggaran perjalan dinasnya hanya menjadi seperlima agar bisa membantu masyarakat kecil.

Pak Ahok juga secara periodik melaporkan seluruh penghasilannya beserta pajak yang harus dibayarkannya kepada masyarakat secara transparan dan bersih. Tak hanya itu, beliau juga memberikan nomor handphonenya sehingga apabila masyarakat membutuhkan bantuannya, ia akan dengan sigap membantu. Dalam pandangannya, masyarakat zaman sekarang tidak percaya lagi dengan para pejabat yang berkuasa. Masyarakat beranggapan bahwa siapapun pejabatnya sama saja dan mereka menjadi bersikap apatis terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini mendorong Pak Ahok ingin melakukan suatu pelayanan terhadap rakyat agar rakyat tidak lagi sengsara.

Lebih lanjut menurut Pak Ahok, sebuah negara bisa runtuh karena banyak pejabatnya yang melakukan suap. Oleh karenanya kita harus konsisten dalam mempertahankan apa yang kita yakini dan harus mempercayai 4 pilar negara Indonesia tersebut. Tantangan yang dialami Indonesia saat ini adalah kurangnya individu yang mempunyai karakter yang kuat yang meyakini kebhinekaan. Kita harus mampu menjaga kebhinnekaan Indonesia karena Indonesia tidak dibentuk berdasarkan SARA yang merupakan penghalang kemajuan bangsa.

Narasumber kedua adalah Zuhairi Misrawi atau yang akrab disapa Gus Mis. Beliau adalah Ketua Moderate Muslim Society (MMS), intelektual muda Nadhlatul Ulama (NU), tergabung dalam Lingkar Muda Indonesia (LMI) dan juga aktif sebagai jurnalis. Gus Mis dalam seminar berdurasi 3,5 jam ini menerangkan mengenai kebhinnekaan yang berbasis keagamaan. Menurutnya, sebagai kaum mayoritas di Indonesia, yakni sebagai penganut Muslim, tanggung jawabnya sangat besar karena harus mengayomi dan melindungi kaum minoritas. Kalau terjadi sesuatu, yang harus bertanggung jawab adalah kaum mayoritas.

Indonesia adalah negara majemuk, baik dari segi etnis, bahasa, budaya dan agama. Tidak ada seorang pun yang dapat mengubah kemajemukan Indonesia. Maka dari itu harus kita syukuri sebagai potensi. Indonesia adalah satu-satunya negara di mana masyarakatnya dapat hidup dengan nyaman hidup dalam kemajemukan dan memiliki potensi toleransi yang sangat tinggi. Hal seperti ini tidak dapat kita temukan di negeri tetangga macam Malaysia, ataupun Timur Tengah. Di Malaysia, contohnya, seseorang pindah agama dari Islam ke Kristen akan dipenjara seumur hidup.

Gus Mis berpendapat bahwa orang yang beragama adalah suatu anugerah, apapun agamanya itu. Adapun contoh toleransi keberagamaan lainnya adalah Masjid Istiqlal, di mana arsiteknya ternyata adalah orang Katolik dan juga potret khas di Indonesia di mana kita sering menemukan gereja dan masjid letaknya berdekatan. Menurut Gus Mis, ada 5 makna Bhinneka Tunggal Ika :
1. Mengakui kemajemukan
2. Menghargai perbedaan setiap makhluk Tuhan
3. Membangun sikap gotong-royong
4. Mengukuhkan persatuan kebangsaan
5. Menumbuhkan kemanusiaan
Kelima poin ini sangat dibutuhkan bagi masa depan Indonesia yang menghargai keberagaman.

Seperti yang kita ketahui bersama, akhir-akhir ini ancaman radikalisme dari sejumlah kelompok fanatik tertentu dan intoleransi makin eskalatif di Indonesia. Ancaman semacam ini patut kita waspadai karena dapat memecah-belah persatuan bangsa. Adapun tantangan radikalisme (paham yang menebarkan kekerasan atas dasar agama) antara lain adalah :
1. Restriksi atau penolakan status dan akses yang sama terhadap kelompok lain
2. Pandangan yang menganggap kelompok lain lebih rendah (de-humanization)
3. Mengabaikan hak sipil, politik dan ekonomi (opresi)
4. Penyerangan dan melakukan pembunuhan
5. Pengorganisasian pembunuhan massal
6. Genosida

Gus Mis juga mengungkapkan pandangannya tentang indikator toleransi di suatu negara :
1. Hidup berdampingan secara damai (co-existence)
2. Keterbukaan perihal pentingnya kelompok lain (awareness)
3. Pengenalan terhadap kelompok lain sembari melakukan dialog (mutual learning)
4. Pemahaman atas kelompok lain (understanding)
5. Pemahaman, pengakuan dan memberikan kontribusi pada kelompok lain (respect)
6. Penghargaan pada persamaan dan perbedaan, serta merayakan kemajemukan yang tampak dalam Bhinneka Tunggal Ika (value and celebration)

Agama Islam menyikapi pluralisme dengan meyakini bahwa setiap manusia adalah khalifah. Khalifah adalah pemimpin atau makhluk yang agung. Oleh karena itu jangan pernah merasa inferior karena setiap dari kita adalah pemimpin. Selain itu, membangun saling pengertian, menebarkan kasih sayang, mengutamakan perdamaian dan membangun dialog antar umat beragama adalah poin-poin yang penting dalam mewujudkan pluralisme. Konflik-konflik yang ada muncul karena tidak adanya pengertian antara sesama warga negara. Adapun hal terpenting dalam pandangan Islam adalah pentingnya membangun dialog antar umat beragama. Dahulu, Nabi Muhammad pernah mengajak kaum Kristen Nazrod untuk melakukan kebaktian di masjid pada hari Minggu. Hal ini membuktikan bahwa sudah sejak lama Islam telah mempercayai bahwa dialog antarumat beragama sangat penting.

Dalam menghadapi radikalisme, sebaiknya kita memberikan arti kasih, sentuh hati mereka, ajak mereka berdialog dan coba untuk menerima kekurangannya. Penganut Islam fanatik yang kadang bertindak anarkis terjadi karena dua faktor. Yang pertama adalah faktor pendidikan yang rendah dan faktor kedua adalah faktor ekonomi yakni kemiskinan. Kasus-kasus pembakaran Gereja, fatwa yang mengharamkan sesuatu dan lain-lain tentu menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap keberagamaan agama. Di Indonesia, beribadah bersifat konstitusional. Sudah selayaknya kita memberikan mereka hak untuk beribadah sesuai dengan apa yang diyakininya.

Narasumber terakhir adalah Maria Restu Hapsari. Beliau adalah perempuan Katolik pertama yang menjabat sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) pada tahun 2004 dan sekarang aktif sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Beliau juga aktif dalam Kerasulan Awam (Kerawam) KAJ. Dalam seminar ini, Ibu Restu mengajak para siswa untuk mengevaluasi diri apakah sudah melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila. Sebagai contoh, dalam pengamalan sila pertama beliau menanyakan kepada kami apakah kami telah memiliki teman yang berbeda agama dan pernahkah membuat kegiatan bersama teman yang berbeda agama.
Ibu Restu juga menjelaskan mengenai mengapa banyak terjadi tawuran pelajar akhir-akhir. Hal ini terjadi karena para pelajar yang melakukan tawuran tersebut tidak pernah mengemukakan pendapat sehingga ketika mendengar pendapat orang lain yang berbeda, siswa tersebut menjadi emosional dan akibatnya hal sepele pun dapat berakhir dengan perselisihan. Sebaliknya, apabila seseorang terbiasa mengungkapkan pendapat, apabila terjadi beda pendapat, maka orang ini akan lebih dewasa dan tidak lagi emosional.

Seminar diakhiri dengan kesimpulan yang sangat singkat namun mengena oleh Rosiana Silalahi selaku moderator. Rosi menyimpulkan bahwa setiap konflik berlandaskan SARA diawali dari stereotip atau prasangka buruk kita. Selama kita menilai orang lain berasal dari prasangka, kita sudah memulai konflik itu. Selain itu, sebagai umat beragama kalau tidak mendapatkan ucapan selamat hari raya dari umat agama lain, jangan terlalu sensitif. Setiap dari kita memiliki potensi untuk bertindak rasis dan diskriminatif ketika kita ada di kelompok kita. Suatu saat, kita pasti akan berada di kelompok mayoritas sekaligus minoritas. Bagi kaum minoritas, jangan pernah merasa minder dan juga tahu diri, contohnya sebagai penganut agama Katolik, harus tahu diri untuk tidak makan sembarangan di depan orang Islam yang sedang menjalankan puasa. Rosi juga berpesan kepada seluruh siswa yang menghadiri seminar untuk menjadi teladan dan penggiat pluralisme dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita.

*******

Melalui seminar “Pancasila dan Pluralisme” ini, banyak sekali pembelajaran dan nilai-nilai hidup yang kami dapatkan, antara lain :
1. Belajar dari pengalaman Pak Ahok, yang walaupun adalah seorang Tionghoa yang akrab dengan stereotip kaum minoritas, beliau berani mencoba melawan mainstream dan akhirnya sukses dengan apa yang diyakininya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
2. Meyakini dan memperjuangkan 4 pilar dalam bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
3. Sebagai generasi muda kita juga harus terjun langsung untuk dapat mengenal lebih dalam lagi dunia kemasyarakatan dengan mengikuti organisasi-organisasi yang ada, misalnya ikut OSIS di sekolah, dll.
4. Lebih menghargai dan menghormati sesama kita yang berbeda latar belakang, suku, agama, ras, dll. Tidak ada salahnya mencoba berdialog dan belajar pandangan-pandangan agama mereka atau lebih lanjut lagi saling bertukar pengetahuan.
5. Berpikir lebih terbuka dan rasional sehingga membuat kita menerima adanya perbedaan dan keanekaragaman yang merupakan realita bangsa kita, dan membuat pluralitas tersebut menjadi sumber kekuatan bangsa sehingga kita semua menjadi satu dalam persatuan Indonesia.
6. Setiap konflik berawal dari prasangka buruk kita akan orang lain. Ketika kita sudah men-judge orang dengan hal-hal yang negatif, maka konflik itu sudah dimulai. Oleh karena itu, cobalah untuk selalu berpikir positif dan menghilangkan semua prasangka buruk.

Pada akhirnya, potensi pluralitas yang dimiliki Indonesia harus kita jaga sebaik-baiknya dalam menciptakan kerukunan antarmasyarakat yang berbeda agama, etnis, suku, golongan, dll. karena merupakan salah satu kekuatan bangsa kita. Dalam beberapa tahun belakangan ini, kesadaran akan nilai-nilai Pancasila dan pluralisme seolah semakin memudar. Masih sering terjadi diskriminasi terhadap agama tertentu dan pengabaian akan pluralitas. Pancasila yang merupakan jati diri bangsa juga kerap disalahartikan, dipandang sebelah mata dan terancam oleh ideologi lain. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang peduli terhadap nilai-nilai Pancasila dan pluralisme? Sebagai tunas-tunas bangsa, hendaknya kita mampu menjadi teladan dan penggerak pluralisme di tengah masyarakat Indonesia. Bersama kita bingkai keberagaman di negeri ini dengan kebhinnekaan.

*******

Finish My Paper

OMG! Can't believe that I've done my paper~~~~ \(^O^)/ YATTAA~~~ Hard work has been really paid-off :"))) I'M TOO EXCITED BECAUSE OF THIS!

Rasanya pengen nangis lebay~~~ Akhirnya perjuangan berjam-jam, berhari-hari di depan laptop akhirnya (Y)

Wednesday, December 14, 2011

Broken Wings

Sampai sekarang... pun rasanya masih tak bisa terima kalau saya bisa kuliah di universitas di luar negeri. Apalagi melihat teman-teman saya yang sudah mulai banyak yang diterima di universitas di luar negeri. Saya tak boleh iri :') Mereka semua pantas mendapatkan itu semua karena mereka mampu baik secara finansial maupun intelegensi, cerdas dan sangat berbakat.

Kuliah di luar negeri sejak kecil sudah jadi impian saya. Masih sedih banget sih, apalagi sejak insiden 'penolakan application scholarship yang saya alami BAHKAN SEBELUM application itu DIKIRIM'. Tapi kalau dipikir... ya sudahlah, ambil hikmahnya saja. I'm not capable nor deserved for it. Tuhan tahu kalau saya tidak akan mampu kuliah luar negeri. Tau sendiri kan, kemampuan otak dan berbahasa yang sangat pas-pasan dan bakat yang sangat minim (bahkan hampir tidak ada) pastinya bakal menghambat perkembangan saya di sana. Ditambah lagi, kemampuan finansial yang juga seadanya yang pasti akan mempersulit saya untuk berkuliah.

Kalau dianalogikan, saat ini saya ibarat kupu-kupu yang sayapnya patah. Gak bisa terbang. Krisis kepercayaan diri dan juga krisis optimisme. Serius deh, saya udah benar-benar patah semangat. Udah gak tahu mesti ngapain lagi.



"Ada saat di mana 'sayap' kita patah. Kadang kita hanya berharap Tuhan menyiapkan jalan lain yang lebih baik untuk kita. Walau kita tidak mampu lagi untuk terbang."


Saya masih (dan akan terus) percaya. Tuhan punya segudang rencana yang terbaik buat saya :')


P.S : Hari ini peringatan 6 tahun meninggalnya Ibu saya. Saya cuma berharap supaya Beliau mendapat kebahagiaan abadi dan diterima di sisi-Nya :") Ma, terus doakan saya dari atas sana yaah :)

P.P.S : I do need someone who can be my true partner, someone who understands me, someone who knows me best #sindromUPgalau LOL xD *tetap berprinsip cari pacar setelah lulus SMA lol*

Monday, December 12, 2011

Quotes

Making a move may not necessary bring happiness

But not doing anything at all will definitely not bring happiness.

Even though this is something we may take for granted

Isn't it a saying that is great?

No matter what it is

Beginning to make a move is something very important. (^^)


(Yamashita Tomohisa)


Sunday, December 11, 2011

Friday, December 09, 2011

Sho is Love


"WRITE it as a DREAM. READ it as a GOAL."
(Sakurai Sho)


Woy, gimana gua gak makin cinta ama ni cowo satu?
<3

Website :)

So... this is the website that I made during the web-design final test :))

What do you think?

Gonna Miss These Moments

Last class-meeting with #MAHABARATA :')) Gonna spend every precious moments with them <3


Jombang's epic expression (Y) (Y)

Partner in crime <3 <3 <3 <3

With Felice 'Cubil' :D

My fangirling bestie ^^

Arashi FNS Meikyuu Love Song Performance

So here's my resulf of Rainbow Quiz (referring to Arashi's color)

Your rainbow is shaded red.


What is says about you: You are a passionate person. You appreciate energetic people. You get bored easily and want friends who will keep up with you.

Find the colors of your rainbow at spacefem.com.

LOL. It's red yo. Red represents Sakurai Sho ^^ (he's my ichiban, btw) Somehow it fits me :) Well, yeah... talking about Arashi. I'm gonna talk about the incident in yesterday's FNS Kayousai 2011. Want to know? Arashi's second performance (Meikyuu Love Song) was really bad and embarrasing, I have to say. I'm gonna post an article from saobang2211@lj

Here's the article :

Hello everyone,
Did you happen to watch FNS Kayousai? Or even if you haven’t, I am sure you are aware of the problem that happened while Arashi was singing Meikyu Love song. I would like to tell you about this problem that I heard.
My dance friend’s mother’s friend’s sister works as a camera man. She was an assistant at the FNS Kayousai. Her, being a fan of Arashi, went to go watch Arashi on the monitor backstage. As soon as everyone heard Arashi singing, backstage was full of panick. These reasons are:
1. Nino’s mic wasn’t turned on in the beginning, until the staff went to go turn it on.
2. Ohno-kun’s mic was not on at all times except his solo.
3. They were supposed to have the earphones in their ears for the rhythm, but they didn’t have them for some reason.
The staff were desperately trying to find the cause for this problem. Finally, they made a conclusion that it was a trap. Have you guys heard? Last year, when it was announced that Arashi would be the host for Kouhaku, there was a weird article that had fake information about Arashi. The problem at FNS Kayousai is not the first time.
It seems that Arashi knew it was a trap. Yet, they continued to sing Meikyu Love Song with a smile.
Hearing that, it made me cry for many reasons. That there are people who do this to Arashi. That Arashi had such a hard time. That Arashi still continued to happily sing.
All credits goes to http://saobang2211.livejournal.com

So, what can I say about this incident : At first, I felt cringed you know, at the first 10 seconds when the instruments were played. And yeah, Nino's mic was turned off at the start of the song. From that point, all of them were like singing off-tune and I had to say that their voices were dissonance :(( Too bad. But, it was all paid-off with their first performance "Imouto". They sang nicely and their voices blended well :))



Arashi performed "Imouto"

According to what I read in LJ, the incindent wouldn't be a surprise, because they can't hear over themselves with the instrumental being so loud, WITHOUT EARPIECE and EAR MONITOR on the stage. They're trying to raise the volume vocally, which adds to the off-pitchness. For instance, Aiba who was tend to scream and make the song unharmonized .____.

I believed that they were so annoyed. I saw Matsujun's PISSED-OFF face during the song LOL XD I don't really know it was really a trap or someone tried to sabotage them. But as a professional entertainers, eventhough there were technical problems, the show must go on, right? And Arashi has proved their professionalism. Two thumbs up for them! During the song, they kept calm and cool, keep dancing and smiling as if there were nothing happened :') And at the last part of the song, Matsujun gave an "OK" sign it somehow made me tear and broken :(( I know Arashi was really really embarrased and I felt the same way too. Maybe that circumstances was called seconhand embarrased.


Sho sing Meikyuu Love Song (he act like nothing happened, huh?)

As far as I observed, Ohno's voice was great (as always), Sho was decent and stable, Nino.. I don't know... but he was like lowering his voice (it's not unusual Nino since his voice is always on a high-pitch), Matsujun and mostly Aiba who was screaming not singing and sometimes off-tune. LOL with that. All I heard was that they were more likely screaming rather than singing. Thanks to Ohno who sang well during the solo part. I don't know if there was no Ohno, it could be much worsen.


Nino sing Meikyuu Love Song

I know that Arashi is not the best singer. But... after I repeated their performances for the second times, I thought it was NOT THAT BAD AT ALL, eventhough their voice were mostly off-tune. I would like them to continue singing LIVE (not lip-synchronization), because I could HEAR THEIR TRUE VOICE, no matter how bad it is :))

Finally, I really want to say that I'M REALLY PROUD TO BE AN ARASHI FAN. They had already shown us that THERE'S NO SUCH THING AS PERFECTION and that THE SHOW MUST GO ON AND STAY CALM no matter what happens.

For Ohno, thankyou for showing us your great skill during the critical condition
For Sho, thankyou for your big refreshing smile in every condition (after this incident, I'm about to love him more and more coz I know that he is the one that's the most calm in the group, he acted like nothing happens :)))
For Nino, Matsujun, Aiba, thankyou for keeping your smile and stay calm (eventhough I know that Matsujun was deeply annoyed xD)

Haters and anti-fans gonna laugh their ass-off, but Arashi did their best during the performance. Afterall, they are a PRO ARTIST who shows their professionalism :))
THEY ARE STILL FIVE ANGELS FOR ME REGARDLESS FOR BEING PRO ABOUT IT ^^


ARASHI, DAISUKI DA YO~
^^